spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bontang Bakal Rilis Bakteri Wolbachia Agustus Mendatang

BONTANG – Implementasi Bakteri Wolbachia sebagai salah satu cara pencegahan penyakit demam berdarah dilaksanakan Direktur Jendral Pencegahan Penyakit Menular Kementrian Kesehatan. Bontang terpilih menjadi pilot project daerah di Kalimantan untuk metode baru penanganan nyamuk DBD tersebut.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, Bontang menjadi salah satu kota yang dipilih untuk diimplementasikan, karena di Bontang sendiri kasus DBD 3 tahun terakhir kisaran mencapai 100 ribu kasus.

“Juga pada tahun 2015, Bontang sempat tertinggi pertama,” jelasnya saat ditemui media Rabu (14/6/23) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Walaupun kasus di Bontang cukup tinggi, penanganannya sendiri terbilang bagus karena angka kematiannya cukup rendah. Ia sangat mengapresiasi lengkapnya peralatan medis di Bontang dan maksimalnya penanganan DBD.

“Ternyata Bontang lebih maju dari Semarang. Saya salut juga penanganan DBD sangat maksimal, semoga ini berjalan maksimal,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, metode ini sudah berbasis ilmiah dan sudah dikerjakan oleh Universitas Gadjah Mada. Sudah dilakukan uji coba, sehingga sekarang sudah dilakukan implementasi untuk 6 kota.

BACA JUGA :  Jadi Tuan Rumah MTQ Kaltim, Pemkot Siapkan Rp 8 Miliar 

Dalam waktu 6 bulan diharapkan populasi nyamuk Wolbachia ini dapat berkembang hingga 80 persen, yang dijadwalkan mulai Agustus mendatang akan dimulai penyebarannya.

Pelepasannya akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan di salah satu kecamatan dahulu, karena masih terkendala dipembuatan telur nyamuk.

“Rencananya 3,4 juta telur akan disebar di tiap kecamatan setiap minggunya. Diharapkan akan bekerjasama dengan maksimal dan dapat mengurangi angka DBD di Kota Bontang,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati menambahkan, Juli mendatang akan segera melaksanakan pelatihan untuk kader masyarakat.

“Kami siap dan sebelumnya sudah melaksanakan sosialisasi di tingkat kelurahan. Sebelum pelepasan telur nyamuk wolbachia Agustus, kami akan adakan pelatihan untuk kader masyarakat dan koordinator lapangan,” pungkasnya. (sya)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img