spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bocah SD di Samarinda Jadi Korban Cabul Kakek 71 Tahun, Beri 30 Ribu Agar Tak Ketahuan

SAMARINDA – Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) di Samarinda mengalami nasib tak mengenakan. Pasalnya ia menjadi korban cabul seorang kakek berusia 71 tahun yang merupakan wakar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Samarinda.

Pencabulan itu dialami bocah tersebut pada Kamis (17/8/2023) lalu sekitar pukul 09.00 wita. Kala itu, bocah perempuan tersebut tengah bermain di lingkungan SMK tempat orang tua korban dan kakek 71 tahun itu bekerja.

Saat hendak mendatangi orang tuanya, tiba-tiba saja korban dipanggil oleh pelaku untuk mengobrol sebentar. Dengan polosnya, korban pun mendatangi pelaku tanpa ada rasa curiga.

Namun, saat duduk di sebelah korban, tiba-tiba saja pelaku langsung meraba dada korban sembari mengucapkan hal tak senonoh. Tak sampai situ, korban kemudian diminta berbaring oleh pelaku.

“Kemudian pelaku memegang area sensitif korban,” ucap Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun saat dikonfirmasi awak media, Senin (21/8/2023).

Sesudahnya melancarkan aksi bejatnya, pelaku kemudian memberikan uang kepada korban senilai Rp 30 ribu. Tujuannya, agar korban tidak memberitahukan perbuatannya kepada siapa pun.

BACA JUGA :  Hadapi "Mega Partai" Rudy Mas'ud, Akankah Isran Mampu Kembalikan Keadaan Jelang Injury Time?

“Setelah itu, korban lari ke orang tuanya sambil menangis. Ditanya kenapa nangis, si anak cerita kalau habis dicabuli,” ungkapnya.

Pelaku yang takut ketahuan karena melihat korban berlari sambil menangis itu, pun langsung menyusul bocah malang tersebut. Namun, ibu korban yang kadung mengetahui perbuatan pelaku langsung menanyakan kebenarannya.

“Pelaku sempat ngelak. Ibu korban langsung menghubungi suaminya. Sesampainya suaminya di sana pelaku langsung ditanya dan akhirnya mengaku,” jelasnya.

Tak pikir panjang, orang tua korban langsung membawa pelaku ke Mapolsek Samarinda Kota untuk diproses lebih lanjut. “Pelaku sudah diamankan. Orang tua korban juga sudah dimintai keterangan,” sebut Rina.

Untuk bukti pendukung proses penyelidikan, korban juga telah dibawa ke rumah sakit guna menjalani visum. “Uang 30 ribu yang korban terima dari pelaku juga sudah diamankan polisi sebagai bukti pendukung,” pungkasnya. (vic)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img