spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BKSDA Tangkap Buaya di Guntung, Ambo: Ciri-cirinya Buaya Riska

BONTANG – Buaya berukuran besar berhasil ditangkap oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dari perairan Guntung, pada Selasa (3/10/2023) dini hari tadi.

Keberhasilan evakuasi buaya ini melibatkan Tim BKSDA, Polres Bontang, dan Kelurahan Guntung, setelah buaya tersebut sering muncul ke pemukiman warga.

Diduga kuat, buaya jantan yang memiliki panjang sekitar 4 meter ini adalah buaya Riska, yang sebelumnya menjadi perbincangan karena kedekatannya dengan seorang pria bernama Ambo. “Iya benar, tadi malam ada buaya yang dievakuasi oleh Tim BKSDA,” kata Lurah Guntung, Denny Febrian, mengkonfirmasi kejadian tersebut.

Denny Febrian, menjelaskan bahwa buaya tersebut berjenis kelamin jantan dengan panjang 4,42 meter dan lebar perut 70 sentimeter. Evakuasi dilakukan oleh tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, dengan bantuan gabungan dari babin dan bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung.

“Mereka memang telah melakukan patroli dan pengawasan sejak awal terjadi kejadian di Guntung, dan buaya ini ditemukan pada Senin malam ini,” jelasnya saat dihubungi redaksi.

Denny tidak dapat memastikan apakah buaya tersebut buaya riksaw atau bukan. Namun, evakuasi ini bertujuan untuk mengamankan buaya-buaya tersebut dan mengembalikannya ke habitat alaminya

Ambo dan putrinya bersama buaya Riska.

Ambo, yang dikonfirmasi melalui pesan di akun Instagramnya, juga membenarkan bahwa buaya yang ditangkap memiliki ciri-ciri yang serupa dengan buaya Riska. “Benar, dari ciri-cirinya, itu adalah buaya Riska yang kami kenal,” kata Ambo.

Putri Ambo, Fitriani, saat diwawancara oleh wartawan, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian dan BKSDA sudah berjaga di kediaman mereka sejak Senin malam. Pada malam itu, buaya Riska dikatakan sedang berjemur di sekitar Sungai Kanibungan.

“Karena Riska memang tadi malam berjemur di darat, kakak saya yang lewat saat mancing melihat Riska di situ. Iya, memang ada tim BKSDA tadi malam, karena banyak polisi yang datang ke rumah,” ungkapnya.

Fitriani juga menyatakan rasa sedihnya melihat penangkapan buaya yang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka. “Terlalu banyak kenanganmu, sedihnya melihat sungai, orang sudah tidak ada, dia diambil dari rumahnya sendiri. Kejamnya fitnah,” kata Fitri.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus Susanto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img