spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Besok, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Mulai Turunkan Kapasitas Produksi Air

BALIKPAPAN – Kondisi air Waduk Manggar dan Waduk Teritip yang semakin menurun dan berada di bawah normal, mengharuskan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menurunkan kapasitas produksi air bersih di Kota Balikpapan.

Plt Dirut PTMB, Rita mengatakan, jika dipresentasikan penurunan ini akan mencapai 64,35 persen dari kapasitas normal produksi air bersih 1.446,71 liter per detik, menjadi 931 liter per detik. Langkah tersebut sebagai mitigasi PTMB memperpanjang usia pada kedua sumber air baku di Waduk Manggar dan Waduk Teritip.

“Waduk Manggar memiliki produksi normal 1.100 liter per detik yang kemudian diturunkan menjadi 580 liter per detik. Sementara Waduk Teritip dari produksi normal 200 liter per detik, menjadi 100 liter per detik,” ujarnya Minggu (8/10/2023).

Rita menjelaskan, dalam langkah mitigasi untuk menurunkan kapasitas produksi ini lantas mempengaruhi skema pendistribusian air pada pelanggan. Yakni berdampak pada 43.014 Sambungan Rumah (SR) atau 40-48 persen pelanggan yang bersumber dari 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA) yakni Batu Ampar Kilometer 8, Kampung Damai dan Instalasi Teritip.

“IPA Batu Ampar Kilometer 8 itu Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, Balikpapan Selatan, Balikpapan Barat. IPA Kampung Damai itu Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, Balikpapan Barat dan IPA Instalasi Teritip mencakup Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan,” jelasnya.

PTMB akan melakukan simulasi atau skenario pelayanan mulai dari unit air baku, unit pengelolaan, unit distribusi hingga unit pelayanan.Skenario ini untuk mengantisipasi keluhan pelanggan, dari penurunan kapasitas produksi air oleh PTMB.

“Dengan melakukan skema penjadwalan distribusi air bersih, yang akan diterapkan secara bergilir mulai 9-20 Oktober 2023,” tambah Rita.

Rita menerangkan, penggiliran ini akan dilakukan per dua hari sekali untuk masing-masing IPA. Di samping itu, PTMB juga akan melakukan evaluasi terdahap pelaksanaan dari skema pendistribusian air secara bergilir.

“Pasti akan ada evaluasi, kami akan melihat sampai dimana air itu mengalir di titik akhirnya,” ujar Rita lagi.

Dalam masa penggiliran distribusi air ini, PTMB juga akan melayani pengiriman air kepada pelanggan menggunakan armada mobil tangki sesuai dengan permintaan pelanggan. Yakni khusus untuk pelanggan akan dikenakan tarif sebesar Rp 50 ribu, sementara non pelanggan tarifnya menyesuaikan jarak tempuh mobil tangki.

“Kita lagi petakan untuk daerah yang tidak sama sekali dapat kita distribusikan dan taruh 10 drum. Kita serahkan dulu untuk peminjam untuk drop air,” tutupnya.

Penulis: Aprianto
Editor: Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img