spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Begini Catatan Yang Diberikan Madri Pani Mengenai Perbaikan Jembatan Sambaliung


TANJUNG REDEB – Penutupan Jembatan Sambaliung sebentar lagi akan dimulai. Ketua DPRD Berau, Madri Pani pun memberikan beberapa catatan sebelum pengerjaan berlangsung.

Dia menegaskan, jangan sampai ada hal merugikan masyarakat. Terkhusus yang berada di enam kecamatan, termasuk Tanjung Redeb.

“Ketika jembatan itu ditutup, memang ada rekayasa lalu lintas. Namun, itu harus dikaji sebaik mungkin karena tidak semudah membalik telapak tangan,” ungkapnya, Minggu (28/5/2023).

Dirinya menyebut, seluruh hal mengenai persiapan penutupan Jembatan Sambaliung itu harus ada evaluasi dan kajian secara detail, agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Madri menuturkan, pemerintah memang sudah mempersiapkan akses menuju kantong-kantong parkir yang sudah disiapkan. Akan tetapi, dirinya mempertanyakan soal mobilisasi masyarakat.

“Harapan saya minimal ada empat LCT di dua jetty. Satu untuk bongkar dan satu untuk muat,” katanya.

Perlu diketahui, berdasarkan perhitungan konsultan, dalam satu jam ada 2000 kendaraan yang melintas di jembatan penghubung Tanjung Redeb-Sambaliung itu.

“Seharusnya simulasi yang dilakukan 80 persen atau 75 persen dari jumlah kendaraan tersebut, akan tetapi kalau simulasi hanya mencapai 200 dalam satu jam apakah kita ini sudah siap untuk itu?,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sekolah Pedalaman Belum Terjamah, Waris: Anggarannya Besar tapi Realisasi Minim

“Jangan hanya pandai memutuskan tapi tidak pandai mengevaluasi mengkaji dampaknya terhadap masyarakat,” sambungnya.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini membeberkan, tidak ada masalah dalam hal anggaran. Terlebih pihak ketiga juga siap untuk membantu.

“Pengamanan dilapangan harus ada. Apakah dari Satpol PP, Dishub atau aparat lainnya. Lalu kesiapan-kesiapan jetty-jetty yang ada ini apakah sudah layak,” imbuhnya.

Madri Pani mengingatkan agar hal-hal yang berpotensi menimbulkan permasalahan di masyarakat dapat dicegah. Sebab, kata dia, masyarakat adalah raja yang harus diperhatikan.

“Uang rakyat kembali ke rakyat. Maka dari itu, dibantukan untuk memperlancar mobilisasi tentunya akan kembali ke rakyat,” pungkasnya. (dez/adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img