spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Banyak Keluhan, Ratna Minta RSUD dr Abdul Rivai Benahi Pelayanan


TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan mengenai pelayanan antrean nomor urut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai disorot Anggota Komisi I DPRD Berau, Ratna Kalalembang.

Ia menegaskan, seharusnya pihak RSUD dr Abdul Rivai berbenah dalam pelayanan antrean tersebut. Sebab, banyak masyarakat yang rela datang lebih pagi untuk mendapatkan nomor antrean terdepan.

“Tetapi mereka rata-rata sudah nomor sudah di atas 50. Hal ini membuat masyarakat kecewa. Mereka mengadu harus datang jam berapa agar bisa mendapatkan antrean yang cepat,” ungkapnya, Selasa (20/6/2023).

Dirinya membeberkan bahwa jajaran DPRD Berau sudah pernah membahas hal tersebut dengan pihak rumah sakit. Diketahui, penyebab keluhan antrean tersebut karena menggunakan sistem offline dan online.

“Menurut saya itu kurang tepat, karena tidak semua masyarakat bisa memanfaatkan smartphone mereka. Tidak semua paham sistemnya, harus ada pembenahan,” ujarnya.

Menurut Ratna, dalam sisi pelayanan harus dievaluasi. Sebab, masyarakat banyak mengeluhkan hal tersebut, terlebih adanya petugas yang kerap datang terlambat.

“Jika petugas datang terlambat, pelayanan jadi terhambat. Antrean semakin panjang. Mohon maaf, ini manusia yang dilayani,” tegasnya.

Politikus Golkar ini menuturkan, permasalahan tersebut jangan sampai berlarut-larut. Karena dikhawatirkannya membuat masyarakat enggan untuk berobat ke rumah sakit. Karena antrean yang dianggap tidak sesuai.

“Terapkan sistem offline. Biarkan masyarakat datang. Jelaskan itu loket dibuka jam berapa, agar masyarakat tahu. Saya akui, saya dapat informasi, ada yang datang jam 6 namun nomor antrean sudah jauh,” bebernya.

Ratna berharap, agar ada perubahan sistem pelayanan dari rumah sakit pelat merah tersebut. Tujuannya untuk mencegah penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Agar pelayanan bisa berjalan maksimal.

“Kasihan masyarakat yang jauh. Terkadang sudah lama antre, tapi pelayanan tidak maksimal,” pungkasnya. (adv/dez)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img