PENAJAM PASER UTARA — Hujan deras disertai petir kembali mengguyur wilayah Kecamatan Sepaku, kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara, Senin (18/5/2026) sore sekitar pukul 17.30 Wita. Kondisi itu terjadi tak lama setelah banjir yang merendam sejumlah titik permukiman warga pada malam sebelumnya mulai surut pada pagi hari.
Di tengah situasi pascabanjir tersebut, warga RT 25 Kelurahan Suka Raja dikejutkan dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar di sekitar tambatan perahu warga.
Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah, mengatakan ular piton dengan panjang lebih dari empat meter itu ditemukan warga pada siang hari di area dekat lokasi warga biasa memancing ikan.
“Oleh-oleh banjir. Dekat kapal sana, di selatan,” ucapnya.
Kemunculan ular piton usai banjir disebut bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Ketua RT 21, Yusuf, menyebut ular berukuran besar kerap muncul saat debit air meningkat dan beberapa kali tersangkut di jaring milik warga.
“Sudah empat kali ini terperangkap jaring ketika banjir,” jelasnya.
Warga akhirnya memutuskan memusnahkan ular tersebut demi alasan keamanan dan mengantisipasi risiko terhadap masyarakat sekitar.
Di sisi lain, pihak Otorita IKN dari Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam terlihat mendatangi kawasan RT 25 Suka Raja pada Senin pagi untuk memantau kondisi wilayah pascabanjir dan berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat.
Sementara itu, hujan deras yang kembali turun sejak sore hingga selepas Magrib dilaporkan belum menyebabkan banjir susulan di sejumlah titik rawan di Kecamatan Sepaku.
Di RT 1 Desa Bukit Raya, lokasi yang sempat terdampak banjir pada malam hingga dini hari sebelumnya, kondisi debit air dilaporkan masih aman.
“Sore pak. Posisi air hari ini masih aman,” ujar Sekretaris Desa Bukit Raya, Adi Suryadi.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R



