spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bahaya Penyakit LSD, Distanak Kukar Larang Sapi Ternak dari Jateng Masuk

TENGGARONG – Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara (Distanak Kukar), kini tengah mewaspadai penyakit kulit menular pada ternak sapi. Yakni penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), yang disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae. Kini, penyakit kulit tersebut mulai menjangkiti sapi ternak di Jawa Tengah (Jateng).

Tindak lanjut pencegahannya, kini Distanak Kukar menghentikan distribusi kedatangan sapi dari daerah tersebut. Hal ini dianggap langkah yang memungkinkan, mengingat sapi dari wilayah Jateng bukan prioritas didatangkan. Karena sejauh ini pemenuhan sapi Kukar, berasal dari NTT dan Sulawesi.

“Karena penyakit itu sangat berbahaya sekali, dibandingkan (wabah) PMK,” ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Distanak Kukar, Aji Gozali Rahman.

Gozali Rahman menjelaskan, bahwa penyakit LSD menyerang seluruh bagian kulit hewan ternak, bahkan menembus ke bagian daging hewan ternak. Mirip seperti terkena cacar, dan membuat daging hewan ternak membusuk. Membuat hewan ternak tidak bisa dikonsumsi lagi apabila terserang LSD.

“Alhamdulillah di Kukar belum ditemukan, makanya kita mewaspadai ini,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Melintas Tanpa Izin, 3 Unit Alat Berat Tambang Batu Bara Dihentikan Polres Kukar

Karena infeksi dari virus, sapi yang terjangkit LSD harus segera dipisahkan dan diisolasi. Karena penyebarannya sangat mudah, baik melalui lalat dan gigitan nyamuk, juga kontak langsung. Sehingga pencegahannya dengan memisahkan dari hewan ternak sapi lainnya.

“Vaksin virus LSD belum ada. Salah satunya memotong mata rantai, mungkin sapi dipotong atau dikubur,” tutup Gozali Rahman. (afi)

16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img