spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pupuk Kaltim Manfaatkan Biodex

JAKARTA – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengembangkan produk aktivator kompos Biodex untuk mengatasi masalah limbah organik dan sampah rumah tangga. Diketahui, produk biodex itu berperan sebagai bioaktivator untuk mengatasi masalah limbah organik yang mengandung selulosa dan lignin tinggi seperti jerami, sekam padi, kulit buah kakao.

Dengan formula terkini dan ramah lingkungan, Biodex mempercepat waktu proses dekomposisi limbah organik, sehingga menghemat waktu, tenaga, hingga biaya. Pemanfaatan Biodex kini tidak hanya di sektor pertanian, tetapi pada limbah organik rumah tangga yang mampu mengubahnya menjadi kompos yang memiliki nilai guna.

“Sejak diluncurkan pada 2016, pemanfaatan produk unggulan Pupuk Kaltim ini semakin meluas tidak hanya di ekosistem pertanian, namun juga untuk mengatasi persoalan yang ada di masyarakat, khususnya terkait lingkungan,” jelas Vice President Marketing Business Partner Korporasi PKT Jefri Limeisa Putra melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/3/2022).

Produsen pupuk urea terbesar di Indonesia itu juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Madiun dalam membantu pengelolaan limbah rumah tangga masyarakat sekitar dengan pemanfaatan Biodex. Upaya tersebut diwujudkan dengan inisiatif ‘Kampung Kompos Biodex’.

BACA JUGA :  Pemakaman Ameer Azzikra Diwarnai Tangisan Istri, Alvin Ungkap Adiknya Alami Komplikasi

Melalui inisiatif ini, PKT dan Pemkot berupaya mengurangi peningkatan timbulan sampah di Kota Madiun yang mencapai 118,17 ton/hari. Dengan 75% diantaranya merupakan sampah sisa makanan yang berasal dari rumah tangga.

Sejak digagas bulan Oktober lalu, Kampung Kompos Biodex sudah mengolah lebih dari 2 ton limbah rumah tangga dan menghasilkan produksi 1 ton pupuk kompos Biodex. Selain itu, kompos Biodex tersebut juga secara langsung diaplikasikan untuk tanaman hortikultura yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar seperti terong, cabai, dan tomat.

“Kami berharap, Kampung Kompos Biodex di Madiun ini dapat menjadi awal yang baik dalam upaya kami membantu menjaga lingkungan. Kedepannya, kami akan terus meningkatkan skala kerjasama secara luas dengan pemerintah daerah dan dinas terkait,” tambah Jefri.

Wali Kota Maidi turut mengapresiasi PKT yang telah memilih Madiun sebagai langkah awal (pilot project) untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Ia berharap, ilmu yang diperoleh dari inisiasi PKT dan Pemkot itu dapat merubah sampah menjadi berkah.

Lebih lanjut, Jefri menerangkan produk unggulan Biodex dirancang secara khusus dengan teknologi terkini dan sangat memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Setidaknya terdapat keunggulan utama dari produk inovasi tersebut, yaitu ramah lingkungan, sesuai untuk limbah organik padat seperti ranting kayu, cangkang sawit, maupun pelepah daun, tidak membutuhkan tambahan nutrisi, tidak perlu dilakukan pembalikan selama proses pengomposan, dan sesuai dengan wilayah tropis Indonesia.

BACA JUGA :  Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai, Tayang sejak 7 Maret

Biodex juga memiliki kandungan berbahan aktif kapang dan jamur unggul yang memiliki kemampuan selulolitik dan lignolitik tinggi sehingga mampu menghasilkan proses dekomposisi dengan waktu relatif singkat.

Adapun cara penggunaan Biodex pun cukup sederhana, yaitu pencacahan bahan organik, pengaplikasian Biodex dengan menaburkannya secara merata pada bahan organik tersebut, penutupan dengan terpal atau plastik secara rapat dengan kondisi lembab, kemudian kompos siap dipanen dalam waktu 14-30 hari dengan hasil optimal. (mk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img