spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

APBD Kutim di Jalur yang Benar

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDD) Kutim saat ini sudah on the track (di jalur yang benar). Pernyataan itu disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Pemkab Kutim saat membuka kegiatan perdana Musrenbangcam Sangatta Utara di Gedung BPU Kantor Camat Sangatta Utara, Selasa(21/2/2022).

“Allhamdulillah, kalau saya simpulkan APBD kita saat ini on the track.

Meskipun dalam struktur APBD kita ada belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga,” tegas Ardiansyah.

Jadi antara belanja operasi dan belanja modal terdapat hal berkaitan dengan belanja pembangunan yang berjumlah sekitar 63,24 persen. Artinya belanja pembangunan Kutim jauh melebihi yang harus dilakukan. Yakni Pemkab Kutim harus memiliki 50 persen. Maka dari itu, ia menyimpulkan belanja modal ada 33,26 persen di antaranya modal tanah, peralatan modal dan mesin, gedung bangunan, jalan, jaringan irigasi, aset dan aset lainnya.

“Tentu itu sangat berkaitan dengan pembangunan langsung,” urainya dihadapan Wabup Kasmidi Bulang, Kepala Bappeda Kutim Noviari Noor, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, Ketua Pengadilan Agama Rofik Samsul Hidayat dan beberapa perwakilan Kepala OPD, Perwakilan FKPD, Anggota DPRD Dapil Satu, unsur muspika, perwakilan stakeholder, para RT dan Lurah serta undangan lainnya.

BACA JUGA :  Kutim Dukung Jaminan Kesehatan untuk Petugas Pemilu 2024

Kemudian dalam belanja operasi secara keseluruhan 59,11 persen, tetapi ada yang bersinggungan langsung dengan pembangunan. Yaitu belanja barang dan jasa 30,58 persen. Ditotalkan antara belanja modal dengan belanja barang dan jasa terdapat angka 63,84 persen. Artinya, berdasarkan data tersebut tak mungkin bisa menjadi bahan untuk mengkritisi APBD. Apalagi persoalan belanja pegawai. Karena belanja pegawai hanya 24,16 persen atau dihubungkan dengan belanja sosial 0,02 persen dan belanja hibah yang bersifat universal 4,35 persen.

“Intinya belanja pegawai kita masih berada di bawah 30 persen. Atau disimpulkan hanya sekitar 28,37 persen. Ini secara umum saja saya gambarkan menepis isu kabar tak sedap terkait uangnya banyak hanya untuk belanja pegawai,” terangnya.

Dengan angka yang ada ini, ia sampaikan kepada semua pihak bahwa di dalam struktur APBD sudah on the track. Oleh karenanya, Ardiansyah berharap di pemerintahannya bisa sanggup membangun infrastruktur secara bertahap dengan signifikan sesuai dengan capaian yang diinginkan. (Rkt1)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img