spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ajarkan Calistung pada Anak Putus Sekolah

BALIKPAPAN – “Cecep, Fajar, Fikri ayao masuk”. Itulah kode panggilan dari Arbaniah (50) tiap kali ingin mengajak tiga orang anak putus sekolah tersebut untuk memulai belajar cara baca, tulis dan berhitung (Calistung).

Seperti diketahui, Arbaniah yang memiliki pengalaman mengajar di PAUD kini tengah membagi ilmu kepada ketiga orang anak yang memiliki latar belakang kurang mampu dan kesehariannya berada di pasar untuk mencari uang.

Cecep yang berusia 9 tahun, sedangkan Fajar dan Fikri berusia 14 tahun sama sekali tidak bisa membaca, menulis dan berhitung. Sejumlah faktor lingkungan baik dari keluarga hingga lingkungan mempengaruhinya.

Namun, berkat keinginan Arbaniah yang bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlingdungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan yang mengajar ketiganya, kini sudah ketiganya sudah mahir Calistung.

“Mereka saya kumpulkan setiap jam 1, setiap hari. Kecuali Minggu atau pemilik tempat ada acara aja buat belajar Calistung,” ujarnya.

Arbaniah mengajar Calistung di RT 04 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota. Lokasi tersebut merupakan lingkungan tempat ketiga anak putus sekolah tersebut tinggal. “Karena mereka dari lingkungan bebas, jadi ya mengajarnya harus sabar dan pelan-pelan,” jelas Arbaniah.

Ketiga anak didik Arbaniah sebenarnya pernah merasakan pendidikan di bangku sekolah, sayangnya jalan pendidikan mereka terhenti karena alasan keluarga. Selama 2 jam, Arbaniah selalu mengajar Calistung. Setelahnya, ketiga anak tersebut diantarnya ke Masjid Agung At-Taqwa untuk mengikuti anak-anak lainnya mengaji.

Umar Adi saat meninjau keluarga Fajar di RT 4 Kelurahan Klandasan Ulu.

“Setiap hari habis saya ajarkan Calistung itu saya minta mereka ke Masjid di depan buat mengaji. Saya antar sampai selesai. Saya tungguin mereka,” tambahnya.

Di lingkungan RT 4 Kelurahan Klandasan Ulu sebenarnya ada beberapa anak yang putus sekolah lagi. Hanya saja ketiga anak ini yang paling ingin berubah menjadi lebih baik.

“Sebenarnya ada lagi ya, cuma kita fokus dulu ke yang tiga anak ini dulu. Semangat mereka untuk mau belajar juga sangat tinggi dibandingkan yang lainnya itu,” tegas Arbaniah.

Adanya pembelajaran Calistung dari Arbaniah bekerjasama dengan DP3AKB Kota Balikpapan ini sangat di dukung Ketua RT 04, Jaju Mekka (57). Ia pun dengan senang hati memfasilitasi lokasi pembelajaran di rumah salah satu warganya. “Alhamdulillah sekali ada yang peduli dan seperti ini di sini. Semoga anak-anak ini bisa kembali ke sekolah mengenyam pendidikan,” ujarnya.

Jaju pun singkat menceritakan kondisi lingkungannya yang menjadi faktor banyaknya anak putus sekolah tersebut. “Kondisi  di lingkungan itu mungkin faktor ekonomi. Karena orangtua kerja dan serabutan juga ada yang cerai itu jadi mereka seperti kurang diperhatikan. Mau sekolah apa nggak terserah mereka,” jelasnya.

Berjalan selama lebih kurang 3 bulan ini, Jaju pun telah melihat perubahan dari tiga anak tersebut. Kini ketiganya sudah bisa membaca walau tidak lancar dan berada di mushala jika waktu magrib tiba.”Baik sekarang mereka. Jelas ada perubahan dari ketiganya itu saya liat sendiri,” tambahnya.

Bagi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlingdungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan ini adalah satu projek untuk menekan angka anak putus sekolah agar bisa kembali mendapatkan pendidikan yang layak.

Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Kota Balikpapan, Umar Adi mencatat jika di Kota Balikpapan terdapat 800 anak yang putus sekolah (Data tahun 2022). “Itu termasuk data dalam anak yang memang putus sekolah, berkebutuhan khusus, tidak bisa sekolah, dan tidak ingin sekolah,” ujarnya.

Umar Adi pun menjadikan pilot project di RT 4 Kelurahan Klandasan Ulu ini. Jika berhasil, maka tak menutup kemungkinan akan di berlakukan di sejumlah Kecamatan hingga Kelurahan di Kota Balikpapan. “Di RT 4 ini dulu kita mulai. Dari tiga anak ini dulu. Kalau ini berhasil, kita bisa dong lakukan di sejumlah lokasi lainnya. Makanya kami butuh dukungan semua pihak,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan program Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang mengutamakan pendidikan bagi anak-anak di Kota Balikpapan. “Targetnya kami ini mereka bisa baca, tulis dan berhitung dulu. Yang dasar-dasarnya aja dulu. Dan bila sudah bisa maka bisa melanjutkan ke sekolah kesetaraan untuk mendapatkan ijazah,” tutup Umar Adi. (Bom)

Penulis: Aprianto
Editor: Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img