TENGGARONG – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menggelar Operasi Keselamatan Mahakam 2026. Operasi ini berlangsung mulai 2-15 Februari 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamsel Tip Car Lantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan OPS Ketupat 2026”.
Dalam apel gelar pasukan, Wakapolres Kukar, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana pendukung untuk memastikan operasi berjalan optimal dan efektif.
Operasi ini merupakan bagian dari operasi kewilayahan kepolisian yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dengan tujuan menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan. Serta meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Berdasarkan data dua tahun terakhir, pelanggaran tilang meningkat drastis, dari 5 kasus pada 2024 menjadi 137 kasus pada 2025. Pelanggaran berupa teguran juga meningkat dari 1.072 kasus menjadi 1.375 kasus. Sementara itu, angka kecelakaan dan korban luka berat mengalami penurunan, tetap pada level rendah.
Menurut Wakapolres, kenaikan pelanggaran ini disebabkan rendahnya disiplin berlalu lintas, peningkatan penegakan hukum, bertambahnya volume kendaraan, dan minimnya sosialisasi.

“Operasi ini mengedepankan tindakan preemptif, preventif, dan represif, serta melibatkan seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib,” ujar Kompol Izdiharuddin.
Beberapa fokus prioritas operasi antara lain adalah pengendara ranmor yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, motor berboncengan lebih dari satu orang.
Kemudian pengendara tanpa helm, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, pengemudi mobil tanpa sabuk keselamatan, kenal pot kendaraan tidak sesuai standar dan balapan liar.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap operasi ini.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan berlalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua, sabuk pengaman untuk mobil, dan tidak menggunakan ponsel saat mengemudi.
“Dengan kepatuhan masyarakat, operasi ini diharapkan dapat berjalan aman, nyaman, lancar, dan menekan angka pelanggaran serta potensi kecelakaan,” tambah Taufik.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i



