SAMARINDA — Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2025 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur resmi ditutup pada Sabtu (6/12/2025). Penutupan dirangkaikan dengan peluncuran program ASN Corporate University untuk kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Kegiatan berlangsung di Aula 1 BPSDM Kaltim, dihadiri perwakilan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, pemerintah daerah, serta para peserta pelatihan. Seluruh 30 peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pembelajaran selama kurang lebih empat bulan.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan tim penyelenggara.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya atas nama Kepala Lembaga Administrasi Negara menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan kepemimpinan ini dengan penuh dedikasi, komitmen, dan kesungguhan hati,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia pelaksana.
“Berkat dedikasi, kerja keras, dan perencanaan yang matang, pelatihan ini telah terselenggara dan berjalan dengan baik dari awal hingga akhir,” katanya.
Taufiq menegaskan bahwa PKN Tingkat II bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, namun merupakan investasi strategis dalam menyiapkan pemimpin birokrasi yang visioner dan berintegritas.
“Indonesia saat ini memerlukan sosok pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat, serta mampu menjembatani kearifan lokal dengan tuntutan modernisasi,” katanya.
Menurutnya, peserta pelatihan kini bukan hanya individu dari berbagai instansi, tetapi telah menjadi “komunitas pembelajar” dan “ekosistem kepemimpinan yang saling terhubung”.
Taufiq menegaskan bahwa berakhirnya masa pelatihan bukanlah akhir proses pembelajaran kepemimpinan.
“Pelepasan Peserta PKN Tingkat II hari ini menandai dimulainya perjalanan pengembangan kepemimpinan yang baru. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ada tantangan yang harus dihadapi, ada zona nyaman yang harus ditinggalkan, dan ada paradigma lama yang harus ditransformasi,” ucapnya.
Ia mengingatkan pentingnya kepemimpinan sejati yang melayani dengan hati.
“Kepemimpinan bukan sekadar posisi atau jabatan, melainkan tanggung jawab moral untuk memberdayakan dan mengembangkan orang lain,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Taufiq menyoroti tantangan birokrasi saat ini, mulai dari disparitas pembangunan antarwilayah, ketidakpastian geopolitik, hingga tuntutan efisiensi anggaran.
“Semakin tinggi jabatan, semakin besar tantangannya, apalagi di era globalisasi digital. Masyarakat menanti kontribusi terbaik Saudara untuk menghadirkan pelayanan publik yang bermutu, cepat, dan akuntabel,” ungkapnya.
Ia berharap para lulusan dapat membawa perubahan nyata di instansi masing-masing sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala BPSDM Kaltim, Dra. Nina Dewi, M.AP, melaporkan bahwa seluruh 30 peserta dinyatakan lulus berdasarkan empat komponen evaluasi, yakni Akademik (15%), Pembelajaran Lapangan (20%), Proyek Perubahan (50%) dan Sikap dan Perilaku (15%).
Tingkat kepuasan penyelenggaraan pelatihan juga tinggi, dengan nilai evaluasi berada di kisaran 91—95 persen.
Di akhir sambutan, Muhammad Taufiq secara resmi menutup kegiatan.
“Dengan mengucap Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2025 saya nyatakan resmi ditutup, dan saya lepas alumni untuk berkarya demi bangsa dan negara,” tutupnya.
Acara berakhir dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat elektronik kepada seluruh peserta.
Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R



