TENGGARONG — Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi momentum penting untuk menegaskan peran perempuan sebagai pilar strategis pembangunan daerah. Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, yang membacakan sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, menekankan bahwa perempuan hari ini bukan lagi sekadar pengurus rumah tangga, tetapi aktor utama yang memberi warna pada ekonomi, politik, hingga kepemimpinan publik.
Dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya untuk Mewujudkan Kukar Idaman Terbaik Menuju Indonesia Emas 2045”, Dafip menyebut perempuan kini memikul peran ganda yang menuntut tanggung jawab besar. Ia memberikan penghargaan kepada para ibu dan perempuan yang menjadi fondasi keluarga sekaligus penggerak pembangunan daerah.
Salah satu capaian yang disoroti adalah meningkatnya representasi perempuan dalam politik. Saat ini terdapat 11 anggota DPRD Kukar perempuan, jumlah terbanyak dalam sejarah kabupaten. Bagi Dafip, hal ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kapasitas kuat dalam memimpin dan menentukan kebijakan publik.
Ia menegaskan bahwa kemampuan manajerial, komunikasi, dan pengambilan keputusan para perempuan sudah terbukti di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat nasional hingga desa. Jejak kepemimpinan perempuan terlihat dari presiden perempuan yang pernah memimpin Indonesia, Ketua DPR RI, hingga sosok-sosok inspiratif di kementerian dan daerah.
Dafip juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam proses pemberdayaan perempuan. Pemerintah daerah, ujarnya, wajib membuka akses pendidikan, pelatihan, dan fasilitas yang memungkinkan perempuan berkembang dan mandiri.
“Negara dan pemerintah daerah harus hadir memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan diri dan kemampuan mereka, agar mereka bisa berdaya dan berkarya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan, tetapi juga memastikan perempuan berpartisipasi setara dalam pembangunan.
Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kukar ditutup dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kreativitas, kepemimpinan, dan kontribusi nyata perempuan. Momentum ini ditegaskan sebagai pengingat bahwa perempuan bukan sekadar pendukung, tetapi aktor utama yang menentukan masa depan Kukar dan Indonesia.
“Perempuan berdaya adalah kunci terwujudnya Kukar Idaman dan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S



