spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

56 Siswa Ikuti Acara Pelepasan SLBN Tenggarong

TENGGARONG – Sebanyak 56 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tenggarong, dari jenjang TKLB; SDLB; SMPLB dan SMALB mengikuti acara pelepasan. Setelah berhasil lulus dan masuk ke jenjang sekolah lainnya. Acara pelepasan dilaksanakan di Aula SLBN Tenggarong, pada Kamis (23/5/2024).

Berbagai penampilan yang disajikan oleh anak-anak istimewa dan berkebutuhan khusus tersebut semakin memeriahkan acara pelepasan siswa SLBN Tenggarong. Mulai dari tarian hingga sajian dari kelompok musik SLB Tenggarong.

Kepala SLBN Tenggarong, Erni Sulistianingsih, turut senang dengan anak-anak didik yang berhasil menyelesaikan pendidikan di masing-masing jenjangnya.

Terutama bagi anak-anak didiknya yang telah lulus dari jenjang SMALB. Dia berharap dapat memperoleh ilmu selama mengenyam pendidikan di sekolahnya. Bahkan sepanjang 2024 ini, SLB Negeri Tenggarong telah menerapkan dan mewajibkan seluruh muridnya untuk mengikuti keterampilan pilihan. Seperti tata boga, menjahit dan keterampilan lainnya.

“Yang (jenjang) SMA wajib ikuti keterampilan pilihan, agar ketika lulus siap terjun ke masyarakat,” ungkap Erni.

Para siswa SLBN Tenggarong saat menampilkan tarian dan musik dalam rangkaian pelepasan murid SLBN Tenggarong. (Rafi’i/Media Kaltim)

Sementara untuk murid dari jenjang TKLB hingga SMPLB, lebih kepada keterampilan guru masing-masing kelas. Karena memang, dikatakan Erni, murid SLBN Tenggarong lebih ke 60 persen keterampilan, 40 persen sisanya baru ke arah akademik.

BACA JUGA :  Tengok Keunikan Masyarakat Desa Lebak Cilong "Kampung Tusuk Sate" di Muara Wis

Sementara itu, Kacab Wilayah 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Suharno, pun turut mengapresiasi para guru yang memiliki motivasi dalam membimbing dan mendidik para murid dengan berkebutuhan khusus.

Ia pun yakin dengan dedikasi tinggi para guru, mampu memberikan semangat lebih bagi para murid. Terutama untuk memberikan semangat kemandirian dan siap terjun ke tengah-tengah masyarakat.

“Saya yakin anak kita ini ke depan bisa mempunyai harapan untuk kemandirian,” harap Suharno.

Namun yang tidak kalah penting, kata Suharno, guru mampu membantu para siswa untuk menggali pengalaman hidup, informasi, potensi dan kemampuannya masing-masing.

“Banyak lulusan kita yakin dan percaya sudah ada bekal untuk ke masyarakat,” tutup Suharno.

Penulis : Muhammad Rafi’i
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img