spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

33 Peristiwa Karhutla di Kukar Hanguskan 184 Hektare Lahan

TENGGARONG – Dipicu oleh kemarau berkepanjangan, kasus KebakaranHutan dan  Lahan (Karhutla) di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkat dalam beberapa bulan ini.

Merujuk pada data yang diterbitkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, terhitung sejak Mei hingga 31 Agustus 2023, luas kebakaran lahan di Kukar mencapai angka 184,8 hektare.

Ratusan hektare lahan yang terbakar itu berasal dari 33 peristiwa, yang terjadi di 14 kecamatan dan tersebar di 13 desa dan 8 kelurahan di Kukar. Dengan angka kebakaran lahan paling sering terjadi di Kecamatan Samboja Barat dengan 14 kejadian.

Karhutla di Kecamatan Samboja Barat menghanguskan lahan seluas 83,5 hektare, disusul Kecamatan Muara Kaman dengan 3 kali kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 45 hektare.

“Total sementara luas lahan terbakar mencapai 184,8 hektare. Ini masih sangat memungkinkan bertambah, mengingat musim kemarau masih berlangsung. Dan, ini harus terus kita waspadai,” kata Abdal selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Rabu (6/9/2023).

Abdal menjelaskan, penyebab utama dari serentetan kejadian Karhutla di Kukar didominasi oleh ulah tangan manusia. Pada musim kemarau seperti ini, banyak masyarakat yang melakukan pembukaan lahan denga cara membakar lahan.

Hal ini bisa dilihat dari lokasi terbakarnya lahan, kebanyakan lahan yang terbakar adalah milik warga setempat. Ini dibuktikan dengan adanya beberapa patok atau batas tanah di lahan yang terbakar.

“Biasanya setelah terbakar, lahan-lahan ini akan dikelola oleh masyarakat untuk berkebun atau mendirikan bangunan,” tambahnya.

Dengan kondisi wilayah Kukar yang hampir satu bulan ke belakang tidak ada hujan, Abdal mewanti-wanti masyarakat agar tidak membakar lahan, karena sangat rentan memicu kebakaran.

“Kami harap kerja sama semua pihak terutama warga. Karena kalau pemerintah dan relawan saja tidak akan mampu mengatasi kebakaran lahan. Yang utama kesadaran warga tidak membakar lahan,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img