spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

3 Kampung di Berau Kembangkan Udang Tambak Ramah Lingkungan, Tekan Tutupan Mangrove

TANJUNG REDEB – Produksi perikanan di Kabupaten Berau setiap tahun semakin meningkat. Pada 2021 mencapai 25.782,39 ton. Terlebih potensi udang windu sedang dikembangkan dan mendapat perhatian dari Non Goverment Organisasion (NGO) dan pihak ketiga. Karena dapat dibudidayakan secara ramah lingkungan pada ekosistem mangrove.

Bupati Berau Sri Juniarsih menyebut, udang windu tambak Berau terkenal sebagai udang organik dengan produksi pada tahun 2021 sebesar 775,15 ton yang dipasarkan domestik dan ekspor ke Malaysia dan China.

Yang mana budidaya udang tambak Berau berdampingan dan erat kaitannya dengan ekosistem mangrove. Berau sendiri memiliki ekosistem mangrove terluas kedua di Kalimantan Timur, dengan luasan mencapai kurang lebih 80 ribu hektare. Di dalamnya menjadi habitat udang, ikan, kepiting, dan sebagainya.

“Berau menjadi bagian dari ekosistem segitiga karang dunia dan bentang laut Sulu Sulawesi yang mendukung sumber penghidupan masyarakat di sektor perikanan dan pariwisata,” katanya, Rabu (6/9/2023).

Diakuinya, kesadaran konsumen terhadap produk udang windu yang sehat dan ramah lingkungan semakin besar. Bukan hal yang mudah bagi pembudidaya untuk menjaga keberlanjutan dan peningkatan produksi, tanpa harus membuka tambak baru yang justru dapat berdampak pada kesinambungan produksi perikanan.

“Sebagai habitat udang, ikan dan kepiting, ekosistem mangrove yang sehat di Kabupaten Berau juga turut berkontribusi terhadap produksi perikanan dan pendapatan nelayan, petambak serta masyarakat pesisir Kabupaten Berau,” jelasnya.

Dengan terjaganya ekosistem pesisir dan laut di Kabupaten Berau, pada tahun 2021 lalu, total produksi perikanan kita bahkan mencapai 25.782,39 ton. Hal in menunjukkan, bahwa sektor perikanan di Kabupaten Berau memiliki nilai strategis bagi kedaulatan pangan, pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini tentu menjadi potensi yang sangat luar biasa, jika mampu kita kembangkan dan optimalkan dengan sebaik-baiknya.

Sri memberikan apresiasi kepada salah satu NGO yakni YKAN yang telah mendukung pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Kabupaten Berau, termasuk dalam hal pengelolaan tambak berkelanjutan melalui metode shrimp carbon aquaculture SECURE). Dan menjadi kompenen inti dari program mangrove sahabat tambak lestari (Mesti).

“Inisiatif mereka untuk restorasi mangrove dan mendukung akuakultur berkelanjutan. Tentunya kami sambut baik untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan di Berau,” paparnya.

Direktur Eksekutif YKAN, Herlinda Hartanto menjelaskan, melalui SECURE yang merupakan komponen dari program MESTI bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pesisir dengan merestorasi ekosistem mangrove hingga 80 persen dari total area tambak dan mengpotimalkan area yang tersisa untuk praktik budi daya udang berkelanjutan.

“ini solusi yang menguntungkan, karena petani tambak bisa menggunakan lahan yang lebih kecil dengan mendapat hasil yang minimal sama dengan menggunakan lahan yang luas,” terangnya.

Peningkatan penghidupan petani tambak sangatlah penting. Dengan melibatkan para petani dan memberikan pedampingan secara langsung, dapat memberikan mereka pelajaran baru dalam mengelola, menjaga dan merestorasi mangrove yang ada di kampungnya.

“Berdasarkan hasil kajian ada delapan jenis mangrove di Kampung Tabalar Muara, kami pun menyadari perlunya pendampingan dalam merancang sebuah program,” bebernya.

Pewarta: Amnil Izza
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img