SANGATTA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aj menyoroti minimnya jumlah trayek angkutan umum yang beroperasi di Terminal Sangatta. Dalam kunjungannya pada Kamis (20/3/2025) Seno Aji menilai bahwa kurangnya armada dan trayek yang tersedia dapat berdampak pada aksesibilitas masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
“Kita melihat masih sedikit trayek yang beroperasi di Terminal Sangatta. Ini tentu menjadi perhatian, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum cukup tinggi, terutama saat mendekati hari besar seperti Lebaran,” ujar Seno Aji.
Menurutnya, kondisi ini dapat menghambat mobilitas masyarakat yang bergantung pada transportasi umum untuk bepergian ke berbagai daerah di dalam maupun luar Kutai Timur. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian proses hibah aset yang sebelumnya milik Pemerintah Kutai Timur kepada pemprov.

“Kami ingin sama-sama tertib administrasi. Ini bukan perkara sulit, hanya butuh penyelesaian proses sertifikasi hibah. Kami akan segera menindaklanjuti ini melalui Dinas Perhubungan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” kata Seno.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menjelaskan saat ini jumlah trayek yang beroperasi memang terbatas akibat berbagai faktor, termasuk berkurangnya minat operator angkutan umum dan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.
“Kami terus berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menambah jumlah trayek yang beroperasi. Harapannya, ke depan ada solusi agar angkutan umum di Sangatta bisa lebih optimal,” jelas Ardiansyah.
Orang nomor satu Kutim itu juga menegaskan terminal memiliki potensi untuk berkembang ke depan. “Karena baru juga difungsikan di 2024. Nah, saya perhatikan kalau memang sudah selesai, saya kira ini akan ramai nantinya ya, insya Allah,” sebut Ardiansyah.
Ardiansyah mengungkapkan, dengan adanya gedung baru terminal tipe B Sangatta, merupakan salah satu kebanggaan Kutai Timur untuk menjaga dan meningkatkan progres-nya. Dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan minat menggunakan angkutan umum untuk bepergian.
Pewarta : Ramlah Effendy
Editor : Nicha R