SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menawarkan empat lokasi calon pembangunan Sekolah Rakyat (SR), yakni sekolah yang merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan SDM sekaligus memutus rantai kemiskinan.
“Keberadaan SR menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan akan didanai dari APBN, sedangkan daerah berperan dalam menetapkan lokasi, merekrut siswa, hingga menyiapkan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Ahad.
Empat lokasi yang ditawarkan ke pemerintah pusat tersebut pertama adalah pada lahan milik Pemprov Kaltim di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kedua di lahan milik Pemkab Kukar, ketiga lahan milik Pemkot Samarinda, dan keempat pada lahan milik Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
“Selain Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda pun telah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat, ada pula usulan dari Pemkab Kukar, kemudian usulan dari Pemkab PPU, sehingga total ada empat lokasi calon pembangunan yang saat ini dalam proses untuk dilakukan tindak lanjut,” katanya.
Sri mengatakan, lahan yang disiapkan Pemprov Kaltim itu seluas 8,7 hektare di kawasan Bukit Biru, Tenggarong, saat ini tim mulai menyiapkan sejumlah persyaratan untuk pendirian SR, termasuk perizinan dan administrasi sebagai tinjauan teknis dari pusat.
Sebelumnya, saat rapat koordinasi dan persiapan awal pelaksanaan SR 2025, Sri juga mengatakan bahwa rencana pembangunan SR di Kaltim masuk untuk tahap tiga, namun persiapan telah dilakukan, mulai dari uji laik lokasi, izin bangunan, hingga analisis manajemen dampak lingkungan.
Rencana pembangunan SR merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul, yakni dari program ini ke depan diharapkan tidak ada lagi anak-anak miskin yang putus sekolah sehingga mereka mempunyai masa depan lebih baik seiring adanya daya saing SDM.
“Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah asrama, diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kami harap sekolah ini dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan layak, mulai jenjang SD hingga SMA dan yang sederajat,” ujar Sri.
Pewarta : M.Ghofar
Editor : Bernadus Tokan