spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemanfaatan Teknologi Digital di Lingkungan Pemkab PPU dapat Hindari Pungli

PPU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), John Kenedi menyoroti penggunaan Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) yang mulai masif. Hal ini menurutnya penting untuk menghindari berbagai pungutan liar yang sangat mungkin terjadi di pemerintahan.

Ia mengatakan melalui penggunaan QRIS semua bentuk pelayanan akan non-tunai dan langsung masuk dalam rekening pemerintah daerah (pemda). Termasuk pelayanan pembayaran non-tunai ini juga harus dilakukan di sektor-sektor pariwisata PPU.

“Saya juga berharap artinya pembayaran non-tunai di sektor pariwisata saja. Tidak hanya seperti di Pantai Sipakario saja,” ungkapnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga berharap pembayaran non-tunai ini dapat menghasilkan pelayanan yang lebih baik lagi. Utamanya, untuk menyambut kedatangan masyarakat ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dengan adanya pemindahan ibu kota nantinya di PPU, tentu kita harus membuka pariwisata-pariwisata yang betul nantinya bisa membuat daya tarik masyarakat daerah lain untuk berkunjung ke PPU,” pungkasnya. (ADV/NAH)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

62.1k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img