SAMARINDA – Ketua Yayasan Buddhist Centre Kalimantan Timur (Kaltim), Pandita Hendri Suwito, mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan persatuan dalam kehidupan yang majemuk. Pesan ini ia sampaikan saat menghadiri open house Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, pada Senin (31/3/2025) di Pendopo Lamin Etam, Samarinda.
Pandita mengaku merasakan kehangatan dan keramahan dalam perayaan Idulfitri 1446 H, yang menurutnya mencerminkan semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di Kaltim.
Bahkan, Pandita mengungkapkan, kehangatan dan semangat toleransi sudah dirasakan sejak awal Ramadan. Menurutnya, masyarakat Kaltim sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, dan menghormati antar umat beragama.
“Kami merasakan kebahagiaan bersama saudara-saudara Muslim dalam merayakan Idulfitri. Sejak Ramadan hingga hari ini, kita melihat semangat toleransi dan kebersamaan yang luar biasa. Terlebih, perayaan ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi yang baru saja dirayakan oleh umat Hindu,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, Pandita berharap Kalimantan Timur dapat terus menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keberagaman serta membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Selain memperkuat toleransi antar umat beragama, Pandita menekankan pentingnya menjaga ruang informasi yang sehat dengan tidak ikut menyebarkan berita hoaks atau informasi yang tidak terverifikasi.
Tak lupa, ia juga mengimbau kepada masyarakat, terutama umat Buddha, untuk selalu menyaring informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Di era digital ini, kita harus menjadi filter bagi informasi yang kita terima. Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum tentu benar. Sebarkan pesan yang positif dan bermanfaat bagi sesama,” jelasnya.
Untuk itu, Hendri menyatakan komitmennya dalam mensosialisasikan kebijakan dan inisiatif Pemerintah Provinsi Kaltim kepada umat Buddha di Samarinda.
Menurutnya, keterlibatan semua elemen masyarakat sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan inklusif. Hal ini merupakan bentuk dukunganya dalam kebijakan yang dilakukan pemerintah.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada umat Buddha terkait program-program pemerintah. Ini adalah bagian dari peran kami sebagai jembatan antara masyarakat dan stakeholder yang ada. Program yang baik tentu harus mendapat dukungan agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pandita turut mengapresiasi gaya kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud. Ia menilai, pria nomor satu di Kaltim tersebut mengambil langkah yang tepat dengan bergerak cepat dalam merealisasikan berbagai kebijakan strategis.
Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak untuk turut serta dalam mendukung percepatan pembangunan yang tengah dijalankan oleh pemerintah daerah.
“Harus sama-sama membersamai semangat Pak Gubernur. Jika beliau memiliki frekuensi gerak cepat dalam membangun daerah, maka kita juga harus mengikuti ritme tersebut agar hasilnya lebih optimal,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata E
ditor: Nicha R