KUTAI BARAT – Kondisi jalan menuju empat kampung di Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), saat ini sangat memperihatinkan. Jalan yang masih berbentuk tanah berlumpur membuat warga kesulitan, bahkan kendaraan roda empat maupun roda dua hampir tidak bisa melintasinya. Warga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat untuk memperbaiki infrastruktur tersebut.
Keempat kampung yang dimaksud antara lain Kampung Jelemuq, Tukul, Muyub Ulu, Gabung Baru, dan Kampung Muyub Ilir. Aktivitas dan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Mahakam ini terganggu karena akses jalan yang sulit dilewati.
Kepala Kampung Jelemuq, Alexander Yakub, menjelaskan bahwa jalan dari Kampung Jelemuq menuju Tukul, Muyub Ulu, Gabung Baru, dan Kampung Muyub Ilir hingga saat ini masih berupa jalan tanah sejak 2022 lalu. Meskipun ada sebagian jalan yang telah disemenisasi, namun hanya sekitar 1 kilometer dari total 8 kilometer panjang jalan tersebut.
“Kalau dari Jelemuq ke Tukul, ada semenisasi yang sudah masuk, baru dikerjakan sepanjang 1 kilometer. Masih ada sisa sekitar 7 kilometer lagi yang jalan tanah yang belum disemenisasi,” jelas Alexander Yakub saat dikonfirmasi, Sabtu (15/2/2025).
Yakub menambahkan, jalan dari Kampung Tukul menuju Muyub Ulu, Gabung Baru, dan Muyub Ilir masih dalam kondisi buruk dan belum ada peningkatan sama sekali. Dari Tukul menuju Muyub Ulu dan Gabung Baru, panjangnya masih sekitar 3 kilometer, begitu juga dengan jalan menuju Kampung Muyub Ilir.
“Sekarang ini, tidak bisa dilalui lagi karena kemarin jalan itu sempat terendam banjir, jadi sekarang sangat sulit dilalui kendaraan, karena jalan berlumpur dan licin,” ungkap Yakub.
Jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga empat kampung karena selain mendukung aktivitas ekonomi, juga menjadi akses yang mempercepat perjalanan menuju Kecamatan Tering.
“Antara Kampung Jelemuq dengan Tukul ini, banyak perkebunan masyarakat. Sementara untuk Muyub Ulu, Gabung Baru dengan Muyub Ilir itu, aksesnya memang mereka lebih cepat sampai ke Kecamatan. Kalau jalannya bagus, paling 20 menit mereka dari sana, sudah sampai ke Kecamatan sini,” jelas Yakub.
Dengan kondisi jalan yang memprihatinkan, warga berharap agar Pemkab Kutai Barat segera menindaklanjuti perbaikan jalan agar perekonomian dan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar.
Pewarta : Ichal
Editor : Nicha R