spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dugaan BBM Bercampur Air, Polisi Selidiki Sejumlah SPBU di Samarinda

SAMARINDA – Polresta Samarinda tengah menyelidiki dugaan pencampuran air dalam bahan bakar minyak (BBM) di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota tersebut. Penyelidikan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang mengalami kerusakan kendaraan usai mengisi BBM di beberapa SPBU, Selasa (1/4/2025).

Salah seorang pelanggan, Zuhriansyah, mengaku motornya mengalami gangguan setelah mengisi Pertamax di SPBU Jalan Kebaktian. Ia mengatakan motornya tersendat-sendat hingga hampir menyebabkan kecelakaan. “Saya baru mengisi satu jam yang lalu, motor saya langsung sendat-sendat. Hampir saja saya tertabrak orang,” ujarnya saat ditemui di lokasi saat kegiatan sidak SPBU dari Satreskrim Polresta Samarinda

Zuhriansyah juga mengaku ini bukan kali pertama kendaraannya mengalami masalah setelah mengisi BBM di SPBU tersebut.

Selanjutnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda melakukan pengecekan kembali di SPBU, termasuk SPBU Jalan Kebaktian, SPBU Jalan PM Noor maupun di tangki korban SPBU tersebut.

Dari hasil pengecekan awal, polisi menemukan adanya keluhan dari beberapa pelanggan terkait kualitas BBM. “Kami menemukan adanya keluhan dari beberapa pelanggan terkait kualitas BBM. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab masalah ini,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Dicky Anggi Pranata saat melakukan sidak SPBU di beberapa SPBU kota Samarinda pada Selasa (1/4/2025).

Polisi juga telah mengambil sampel BBM dari SPBU tersebut untuk diuji di laboratorium termasuk punya korban sebelumnya.

Dicky mengatakan, hasil uji laboratorium akan menentukan langkah selanjutnya dalam penyelidikan ini. “Kami akan mengirimkan sampel ini ke laboratorium untuk diuji kandungannya. Hasilnya akan menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, pihak SPBU melalui pengawasnya, Agus, membantah adanya kandungan air dalam BBM yang dijual.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan menggunakan pasta air dan hasilnya menunjukkan tidak ada perubahan warna, yang berarti tidak ada kandungan air. “Kami sudah cek menggunakan pasta air dan tidak ada perubahan warna. Itu artinya tidak ada kandungan air,” kata Agus.

Namun, Agus mengakui adanya kemungkinan air di dasar tangki SPBU, tetapi dalam batas toleransi. “Di dasar tangki SPBU memang ada kemungkinan air, tapi ada batas toleransinya. Tidak mungkin tidak ada sama sekali, pasti ada rembesan air hujan atau sedikit air lainnya,” terangnya.

Polisi mengimbau kepada masyarakat yang mengalami masalah serupa setelah mengisi BBM di SPBU Samarinda untuk segera melapor ke Polresta Samarinda. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki keluhan setelah mengisi BBM untuk segera melapor ke Polresta Samarinda agar kami dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: Dimas
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

62.1k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img