spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Penajam: Penanganan Stunting Penting Guna Hadapi Perkembangan IKN

PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengemukakan pentingnya penanganan masalah stunting sebagai bagian upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menghadapi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di daerah itu.

“Penanganan stunting untuk tingkatkan kualitas SDM untuk hadapi pembangunan dan perkembangan Kota Nusantara,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Nanang Ali di Penajam, Rabu.

Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah asal, terdekat dan mitra Kota Nusantara, ujar dia, harus menyiapkan SDM mumpuni gna mengiringi perkembangan ibu kota Indonesia itu.

DPRD dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan dunia usaha, perguruan tinggi, serta masyarakat, guna menangani masalah kekerdilan anak.

Ia mengatakan pos pelayanan terpadu (posyandu) salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam meningkatkan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga, karena bisa mendeteksi dini dan mengatasi masalah stunting

DPRD dan pemerintah kabupaten setempat, katanya, terus memberikan dukungan berupa pelatihan kader dan kebutuhan posyandu. Hingga saat ini, terdata 259 posyandu tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“DPRD terus dukung dengan kebijakan anggaran penanganan stunting, bantuan juga diberikan melalui dana aspirasi anggota DPRD,” kata Nanang Ali.

Sejumlah program Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mampu menekan angka kekerdilan anak menjadi 11,55 persen, stunting tercatat 1.290 anak pada 2023 dan 1.141 balita terdata masih mengalami kekerdilan hingga akhir 2024. Angka itu mengalami penurunan 11,55 persen.

“Posyandu berperan penting tangani stunting karena menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dan gizi bagi ibu hamil dan balita,” kata Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara lainnya, Jon Kenedi.

Pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kabupaten, ujarnya, memberikan bantuan kepada posyandu dengan harapan penanganan kekerdilan anak bisa lebih optimal agar angka stunting dapat dihilangkan.

Ia mengatakan kekerdilan anak masalah serius yang berdampak pada SDM generasi penerus, sedangkan faktor kekerdilan anak kompleks.

“Dan harus ditangani dari remaja putri, ibu hamil, hingga penanganan ibu terhadap anak,” demikian Jon Kenedi. (ANT/MK)

Oleh Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Maximianus Hari Atmoko

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

62.1k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img