BONTANG – Perjalanan menuju Balikpapan pada Rabu pagi (2/4/2025) berubah menjadi duka. Sopir travel, Lukman bin Abdul Kadir, warga Kelurahan Berbas Pantai, Bontang, meninggal dunia secara mendadak saat mengantar enam penumpang.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya di daerah Perangat, sekitar pukul 07.40 Wita.
Mustamin, salah satu sopir travel lain yang kebetulan berkendara beriringan di belakang mobil korban, menjadi orang pertama yang curiga dengan situasi tak biasa.
“Mobil sempat agak oleng, lalu menepi ke kiri jalan. Saya pikir salah satu penumpangnya mungkin ingin buang air kecil, jadi saya teruskan jalan dan mendahului,” ujar Mustamin kepada Yarkani, warga Bontang, saat menceritakan peristiwa meninggalnya sopir travel kepada Media Kaltim.
Namun setelah beberapa menit melaju, Mustamin tidak lagi melihat mobil tersebut di kaca spionnya. Merasa ada yang janggal, ia lantas menghubungi penumpang yang ada di dalam kendaraan tersebut.
“Dari telepon itu saya dapat kabar bahwa sopirnya pingsan, sempat terdengar suara ngorok sebelum tak sadarkan diri,” ucap Mustamin.
Ia pun langsung memutar balik untuk memastikan kondisi sebenarnya. Setibanya di lokasi, Mustamin membantu mengamankan situasi, dan akhirnya mengambil alih untuk mengantar para penumpang menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan.
Salah satu penumpang bahkan merekam kondisi sopir yang sudah tidak sadarkan diri dan membagikannya ke media sosial. Dalam video tersebut, terlihat tubuh almarhum terbaring di kursi kemudi.
“Ngorok dia terus ke paha ku, untung langsung bangun,” ujar penumpang dalam video yang kini beredar luas.
Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing melalui Kapolsek Marangkayu, Iptu Muhammad Rizal, membenarkan insiden ini. Menurutnya, kejadian terjadi di kilometer 70 wilayah Desa Perangat Selatan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Penumpang langsung menolong dan membawa sopir ke Puskesmas terdekat, namun saat tiba di sana korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkap Rizal.
Jenazah langsung dibawa ke rumah duka yang beralamat di RT 27, Kelurahan Berbas Pantai, Bontang. Rencananya, almarhum akan disalatkan ba’da Ashar dan dimakamkan di TPU Pisangan.
Almarhum Lukman, yang akrab disapa Luke, meninggalkan satu istri dan tiga anak. Putri bungsunya masih berusia tiga bulan.
Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R