SANGATTA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda menemukan ikan asin mengandung formalin saat melakukan pengawasan takjil selama bulan Ramadan di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim). Penemuan itu diperoleh dari pemeriksaan 21 sampel makanan yang dilakukan di Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim).
“Sampelnya kami ambil secara acak dari Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Kebetulan ada pasar Ramadan, jadi uji sampelnya kami lakukan langsung dengan rapid test kit atau alat deteksi cepat,” ujar Kepala BPOM Samarinda, Sem Lapik, saat ditemui di sela-sela uji laboratorium, Jumat (7/3/2025).
Makanan yang mengandung formalin dan bahan pengawet berbahaya tersebut ditemukan di lokasi pasar Ramadan.
Sem Lapik menjelaskan bahwa formalin digunakan oleh sebagian pedagang untuk mempertahankan kesegaran ikan asin, meskipun penggunaannya dilarang karena dapat membahayakan kesehatan. “Kami menemukan ikan asin yang diduga mengandung formalin. Kami telah mengambil sampel untuk diuji lebih lanjut di laboratorium,” katanya.
Menurut Sem Lapik, formalin merupakan bahan kimia yang sering disalahgunakan dalam industri pangan untuk memperpanjang umur simpan produk. Namun, konsumsi makanan yang terkontaminasi formalin dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan hingga kerusakan organ tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
BPOM Samarinda langsung memberikan edukasi kepada penjual dan meminta produk tersebut untuk tidak dijual lagi. Selain itu, pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk pangan, terutama yang dijual selama Ramadan.
Untuk menjaga keamanan pangan, BPOM mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa dan memastikan produk yang dibeli bebas dari bahan berbahaya. Mereka juga mendorong para pedagang untuk mematuhi regulasi yang ada dan menggunakan bahan pengawet yang aman untuk konsumsi manusia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPOM dalam menjaga kualitas pangan dan melindungi kesehatan masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan, ketika permintaan akan berbagai jenis makanan meningkat.
Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S