PPU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Januari atau Februari 2025.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menekankan bahwa kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar harus dihentikan, terutama dalam kondisi musim panas saat ini.
“Jangan membakar lahan karena akan berdampak ke banyak hal. Jika api merambat, bisa terjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan,” tegasnya, Kamis (20/9/2024).
Menurut Kuncoro, musim kemarau di PPU sudah mulai terasa sejak akhir Agustus 2024. Dalam waktu kurang dari satu bulan, pihaknya telah menangani lima titik karhutla. “Sudah ada lima titik yang kita lakukan pemadaman dalam kurun waktu tersebut,” ungkapnya.
BPBD PPU telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan karhutla yang lebih besar. Kuncoro memastikan bahwa tim BPBD PPU, baik dari sisi sumber daya manusia maupun peralatan, telah siap siaga untuk merespons setiap kejadian.
“Antisipasi kami sudah matang. Pasukan dan peralatan sudah kami siapkan untuk segera digerakkan jika ada kejadian,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan potensi karhutla kepada pihak terkait agar tindakan cepat dapat diambil.
“Kesadaran dan kerja sama masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana,” tutup Kuncoro. (ADV/BPBS)