Murid Sekarang Melek Digital, Guru Wajib Lebih Adaptif Gunakan Papan Interaktif

NUSANTARA – Metode pembelajaran konvensional dirasa tak lagi efektif bagi anak didik di sekolah, yang sekarang cenderung menggemari metode pembelajaran visual dan interaktif via sistem digital. Sehingga guru dituntut harus lebih kreatif dan adaptif, dengan papan interaktif digital.

Menyadari pentingnya hal itu, puluhan guru di Penajam Paser Utara, khususnya Sepaku, yang merupakan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) ditingkatkan kapasitas dan pemahaman digitalisasinya melalui kegiatan bertajuk bertajuk ‘Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital Melalui Optimalisasi Papan Interaktif Digital’ di jantung calon ibu kota baru, IKN. Kegiatan digelar di Swissotel Nusantara, kemarin (5/5/2026).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang menjadi keynote speaker mengungkapkan bahwa saat ini yang menjadi tantangan utama dalam implementasi digitalisasi pembelajaran di sekolah. Bukan lagi terletak pada ketersediaan perangkat. Tapi, lebih kepada sumber daya manusia dalam hal ini guru. Sekarang ini bagi yang ruang kelasnya sudah pakai IFP dituntut memanfaatkannya secara maksimal dalam pembelajaran di ruang kelas dalam pembelajaran sehari-hari.

WhatsApp Image 2026 05 06 at 10.36.59

“Ini soal adaptasi. Guru harus memahami fitur teknologi dan bagaimana menggunakannya agar pembelajaran tetap menarik. Hardware-nya sudah ada, tapi humanware-nya ini yang kadang belum sepenuhnya siap. Maka ini harus kita siapkan. Harus dilatih dan ditingkatkan kapasitasnya,” jelasnya.

Sejalan perkembangan zaman sekarang ini, anak-anak sekolah lebih cenderung menggemari metode pembelajaran visual yang interaktif. “Nggak bisa lagi pola ajar yang monoton. Mereka mudah bosan. Harus ada pendekatan yang lebih visual, interaktif, dan kolaboratif. Nah, makanya guru guru sekarang harus lebih kreatif dan adaptif dengan digitalisasi,” sebutnya.

Papan interaktif digital yang dimaksud adalah layar sentuh raksasa. Disebut juga Interactive Flat Panel (IFP), alat ini mengubah cara mengajar dengan fitur anotasi, drag-and-drop, dan screen mirroring untuk membuat pembelajaran lebih hidup.

WhatsApp Image 2026 05 06 at 10.37.01

Secara umum, fungsinya seperti papan tulis konvensional namun berbasis komputer. memungkinkan pengguna menulis, menampilkan multimedia, dan berinteraksi langsung. Berbeda dengan Smart TV yang umumnya hanya untuk menonton, IFP dirancang khusus untuk interaksi dua arah.

Di Kecamatan Sepaku, yang merupakan delineasi IKN, salah satu yang ruang kelasnya sudah memakai IFP adalah SDN 020 Sepaku. Salah seorang guru, Sarinah, mengatakan setiap hari IFP itu dipakai pembelajaran. “Insya Allah tiap hari saya pakai,” ucapnya.

Di kegiatan kemarin, puluhan guru berbagai jenjang itu diberi pemahaman lebih, soal bagaimana menggunakan papan interaktif itu. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual (ASPRODI DKV). Selain di PPU yang mengambil lokasi jantung Nusantara, roadshow sebagai bagian peringatan Hari Pendidikan Nasional ini juga digelar di Balikpapan serta Samarinda.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.