Hetifah Isi Workshop Pendidikan di IKN, Program Revitalisasi Sekolah di PPU Tuai Apresiasi Positif

NUSANTARA – Ekosistem pendidikan di Penajam Paser Utara (PPU), termasuk Sepaku yang merupakan delineasi (batas wilayah) Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan, harus memiliki kualitas yang sama rata.

Fasilitas sekolah punya standar yang baik, dan semua warganya dapat bersekolah. Komisi X DPR RI mendorong hal itu, melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat tampil sebagai keynote speaker workshop pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan dalam mendukung sarana dan prasarana sekolah di Penajam Paser Utara, mengatakan tentu saja kondisi sekolah di PPU menjadi kuncinya. Sebab di situlah anak-anak di PPU memulai proses pengasahan diri. Namun sayangnya, belum semua sekolah memenuhi standar.

“Kami sebetulnya nanti di dalam ekosistem itu ingin memastikan standar-standar itu seluruh sekolah memiliki kualitas yang sama. Nah saya ingin, kami melalui penaturan nanti (Sisdiknas), memastikan ke depan kondisi itu terwujud. Semua fasilitas sekolah itu menjadi sekolah yang betul-betul memenuhi kualitas yang memenuhi standar minimal,” jelas Hetifah di podium workshop di Qubika Boutique Hotel, IKN, Selasa (5/5/2026).

Widyaprada Ahli Utama Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Jumeri, mengatakan bahwa Penajam
Paser Utara harus menjadi contoh fasilitas pendidikan yang baik. “Ini IKN. Nanti sekolah sekolah di Penajam Paser Utara ini pasti akan sering dikunjungi. Jangan sampai tamu berkunjung ke sekolah, tapi fasilitas sekolahnya tidak baik,” ujarnya.

Jumeri juga menyebut, jika Penajam Paser Utara merasa kesulitan sehingga perlu campur tangan Kemendikdasmen, pihaknya siap membantu. “Tinggal bilang ke Bu Hetifah. Bu, Penajam perlu dibantu. Kalau bu Hetifah Komisi X perintahkan kami, Pak Direktur SD, tolong Penajam dibantu, kita akan bantu,” ucapnya.

Revitalisasi ini menyangkut membangun baru, ruang kelas yang kurang bisa ditambah, perpustakaan yang berwarna dan dimungkinkan merelokasi sekolah yang rusak. “Sampai toilet juga masuk revitalisasi. Nah, sekarang ada tambahan juga, yakni lingkungan sekolah,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ricci Firmansyah, menyampaikan apresiasi program ini.

“Ucapan terima kasih kami yang sebesar-besarnya atas bantuan yang telah diberikan kepada kami melalui program revitalisasi tahun 2025,” ucap Ricci.

Ia lantas merinci, di PPU melalui kegiatan program revitalisasi pada tahun 2025 telah menerima sekitar Rp13 miliar total untuk tahap kedua dan ketiga.

Tahap kedua PPU mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp4,2 miliar untuk 8 sekolah yakni 1 PAUD, 5 SD dan 2 SMP. “Alhamdulillah di tahap ketiga kami mendapatkan penambahan lagi di hampir 10 miliar di sejumlah SD di wilayah di Sepaku. Jadi totalnya tahun 2025 itu ada sekitar 13 miliar lebih,” jelasnya mewakili Plt Kepala Disdikpora PPU.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.