BERAU – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Berau mulai menggeser arah pembangunan dengan memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Ketergantungan pada Dana Bagi Hasil (DBH) perlahan ingin dikurangi, digantikan dengan optimalisasi potensi lokal yang dinilai lebih berkelanjutan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk memperlambat pembangunan. Justru, kondisi ini menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola sumber daya yang ada.
“Dengan potensi yang kita miliki, seharusnya kita bisa lebih mandiri. Tidak terus bergantung pada dana dari pusat,” ujarnya.
Menurutnya, Berau memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pariwisata hingga potensi ekonomi masyarakat yang belum tergarap maksimal. Jika dikelola dengan tepat, sektor-sektor tersebut diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam arah kebijakan ke depan, Pemkab Berau memfokuskan pada tiga sektor strategis, yakni pariwisata, ekonomi kreatif, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ketiganya dinilai memiliki daya tahan tinggi terhadap gejolak ekonomi sekaligus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Sri Juniarsih menilai, keberhasilan sejumlah daerah di Pulau Jawa bisa menjadi contoh. Meski memiliki anggaran terbatas, daerah-daerah tersebut mampu berkembang pesat karena fokus pada pengelolaan potensi lokal yang tepat sasaran.
“Kuncinya ada pada bagaimana kita mengelola potensi yang kita punya. Banyak daerah dengan APBD kecil, tapi bisa maju karena mereka fokus,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak lagi bekerja secara konvensional. Setiap kepala dinas dituntut mampu menghadirkan inovasi program yang relevan dengan kebutuhan daerah dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“Saya minta semua OPD harus bergerak. Tidak hanya menjalankan rutinitas, tapi benar-benar memaksimalkan potensi sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk membangun struktur ekonomi Berau yang lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi eksternal. Terlebih, sektor pariwisata Berau yang telah dikenal hingga mancanegara dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
Di sisi lain, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi berbasis masyarakat, yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kami optimistis mampu membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran tanpa harus mengorbankan laju pembangunan daerah,” pungkasnya.(ril)



