Penajam Paser Utara – Kebakaran melanda bengkel mobil Indah Jaya Motor di Jalan Poros KM 14, RT 23, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Sabtu malam (11/4/2026) sekitar pukul 18.45 WITA. Dua bangunan hangus terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Api pertama kali diketahui oleh seorang mekanik, Husaini, yang melihat percikan dari bagian kilometre listrik. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke area mess karyawan hingga gudang sparepart.
Warga sekitar sempat panik dan berupaya melakukan pemadaman secara seadanya sambil melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Merespons laporan, personel Pamapta Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama Polsek Penajam segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin menegaskan, respons cepat menjadi kunci dalam mencegah api meluas.
“Begitu laporan kami terima, personel langsung kami kerahkan ke lokasi untuk membantu penanganan, melakukan pengamanan, serta berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dan instansi terkait,” ujarnya.
Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.55 WITA.
“Alhamdulillah api dapat segera dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain. Ini berkat kerja sama semua pihak di lapangan,” tambah Kapolsek.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, dua bangunan utama, yakni bengkel/workshop dan gudang sparepart yang juga difungsikan sebagai mess karyawan, hangus terbakar.
Berdasarkan analisa awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada instalasi di area kilometre yang memunculkan percikan api.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polres PPU untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah risiko kebakaran. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar,” pungkas Syaifudin.
Penyunting: Robbi Lalat



