Wali Kota Bontang Soroti Sampah di Pulau Beras Basah, Dorong Sanksi Sosial bagi Pelanggar

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti persoalan sampah di kawasan wisata Pulau Beras Basah selama libur Lebaran 1447 Hijriah.

Ia mengungkapkan masih banyak wisatawan yang tidak mengindahkan imbauan untuk membawa kembali sampah ke darat. Bahkan, ditemukan adanya praktik mengubur sampah di area wisata tersebut.

Menanggapi hal itu, Neni Moerniaeni mempertanyakan kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang terkait efektivitas pengawasan, khususnya melalui CCTV di lokasi wisata.

Menurutnya, jika terdapat rekaman pelanggaran, perlu diberikan sanksi sosial sebagai efek jera bagi pelaku.

“Kita perlu tampilkan orang-orang yang tidak bisa menjaga lingkungan, padahal sudah difasilitasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menyatakan pihaknya akan segera melaporkan hasil rekaman CCTV kepada wali kota sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Ia juga menjelaskan, ke depan pengelolaan CCTV akan diserahkan kepada pihak ketiga agar pengawasan di destinasi wisata dapat berjalan lebih optimal. Pasalnya, saat ini sistem CCTV di beberapa lokasi wisata belum terintegrasi secara maksimal.

“CCTV di Berbas Tengah dipantau dari TC Berbas, sedangkan di Beras Basah dilihat di lokasi juga. Dari kantor Dispopar terkendala jaringan yang belum stabil, sehingga belum terhubung langsung,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.