TENGGARONG — Lonjakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam tiga tahun terakhir menjadi sorotan serius dalam penyusunan arah pembangunan daerah. Tren kenaikan angka pengangguran dinilai membutuhkan respons kebijakan yang lebih progresif dan terintegrasi.
Data yang dipaparkan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kukar Tahun 2027 menunjukkan, TPT Kukar pada 2023 tercatat 4,05 persen. Angka tersebut naik menjadi 4,11 persen pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 4,40 persen pada 2025.
Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Prof Ince Raden, menilai tren tersebut tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi statistik semata. Ia memperingatkan, peningkatan pengangguran berpotensi memicu persoalan sosial sekaligus menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
“Angka ini harus menjadi perhatian serius. Perlu langkah strategis yang terukur dan terintegrasi untuk dimasukkan dalam RKPD 2027, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Salah satu rekomendasi utama yang disampaikan adalah penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Ia menekankan pentingnya skema link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Pengembangan SMK dan balai latihan kerja, kata dia, harus selaras dengan sektor unggulan Kukar seperti pertambangan, agribisnis, pariwisata, dan energi. Tanpa kesesuaian kompetensi, lulusan pendidikan berisiko tidak terserap pasar kerja.
“Kalau kurikulum tidak mengikuti kebutuhan industri, maka kesenjangan kompetensi akan terus terjadi,” tegasnya.
Selain pendidikan vokasi, Ince Raden juga mendorong program padat karya produktif yang diarahkan pada proyek infrastruktur desa, penguatan pertanian modern, hingga pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Menurutnya, strategi ini bukan hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa secara simultan.
Pengembangan ekonomi kreatif dan digital turut menjadi perhatian. Dukungan terhadap startup lokal, industri kreatif, dan percepatan digitalisasi UMKM dinilai mampu membuka ceruk pekerjaan baru, khususnya bagi generasi muda yang adaptif terhadap teknologi.
Momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dinilai harus dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya kemitraan strategis antara Pemkab Kukar dengan industri besar maupun Otorita IKN agar peluang kerja tidak hanya dinikmati tenaga kerja dari luar daerah.
“Kerja sama strategis harus dibangun agar masyarakat Kukar mendapat porsi dalam peluang kerja yang tercipta,” sebutnya.
Ia berharap berbagai rekomendasi tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi benar-benar diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah. “Kita ingin strategi ini menjadi kebijakan nyata. Penyerapan tenaga kerja harus meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan secara bertahap,” tutupnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



