TENGGARONG — Seorang petani sawit bernama Steven Riadi (50), warga Samarinda Utara, Kota Samarinda, dilaporkan hilang setelah keluar seorang diri dari pondok kebun di Desa Makarti, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Rabu (28/1/2026) malam. Korban pamit berburu hewan liar menggunakan senapan angin, namun hingga kini tidak kembali.
Laporan orang hilang tersebut baru diterima Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan pada Minggu (8/2/2026), setelah upaya pencarian mandiri oleh pihak keluarga tidak membuahkan hasil.
Menindaklanjuti laporan itu, Pos SAR Samarinda segera mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dimulai dengan penyisiran radius 10 kilometer dari lokasi kejadian terakhir (LKP) dan terus diperluas hingga mencakup area sekitar 138 kilometer persegi.
“Hingga hari keempat operasi, pada Selasa (11/2), pencarian terus dilanjutkan dengan memperluas cakupan area,” sebut Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi sianturi, Rabu (11/2/2026).
Untuk meningkatkan efektivitas, zona pencarian dibagi menjadi dua sektor. Unsur yang terlibat dalam Tim SAR Gabungan meliputi Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, PMI Muara Badak, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar matan) Marang Kayu, keluarga korban, serta warga setempat.
“Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan Rescue Car D-Max Basarnas, kendaraan rescue milik BPBD dan PMI, serta peralatan komunikasi, medis, dan jungle rescue,” tambahnya.
Namun, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses jalan yang sulit dilalui kendaraan, kontur lahan perkebunan yang luas dan rapat, hingga keterbatasan sinyal komunikasi. Hujan ringan yang turun di sebagian wilayah juga turut memengaruhi mobilitas tim di lapangan.
Meski demikian, penyisiran darat tetap dilakukan secara sistematis sesuai prosedur standar operasi SAR. Basarnas mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Desa Makarti dan Marang Kayu untuk segera melapor apabila menemukan informasi atau petunjuk terkait keberadaan korban.
“Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian berdasarkan perkembangan di lapangan,” tuturnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



