SAMARINDA – Yayasan Nuuron Qolbi Al Akbar Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Program Pengembangan Kompetensi Imam dan Muazin (PRO-KIM) 2026, di Masjid Al Ikhlas Samarinda, pada Sabtu (8/2/2026).
Kegiatan ini direkomendasikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda, sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas khadimul masajid melalui standardisasi kemampuan tahsin, fikih ibadah, dan manajemen keumatan.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Ari Wibowo. Ia menilai peningkatan kapasitas imam dan muazin merupakan investasi sosial penting dalam menjaga mutu pelaksanaan ibadah umat secara berkelanjutan.

“Imam dan muazin memiliki peran sentral dalam membimbing umat. Karena itu, kompetensi mereka harus terus ditingkatkan agar mampu menjalankan tugas dengan profesional dan berakhlak,” ujarnya.
Melalui integrasi tiga pilar utama, PRO-KIM 2026 dirancang untuk mencetak figur pelayan masjid yang tidak hanya unggul dalam bacaan, tetapi juga memiliki keteladanan moral dan kemampuan manajerial.
Dengan menjunjung nilai objektivitas dan ukhuwah, program ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya dai dan pengabdi masjid yang kredibel di Kaltim.
Penulis: Hanafi
Editor: Muhammad Rafi’i



