TENGGARONG – Harga tabung gas LPG 3 kilogram (kg) di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), sempat melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Di tingkat pengecer, harga dilaporkan menembus Rp45 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Lonjakan harga ini dirasakan langsung masyarakat, terutama saat stok dari agen terdekat kosong. Sejumlah pedagang eceran mengaku terpaksa mengambil pasokan dari wilayah lain dengan harga tinggi. Kemudian menjual kembali dengan margin keuntungan yang sangat tipis.
“Saya dapat dari Maluhu harganya Rp43 ribu, saya jual Rp45 ribu. Saya cuma ambil untung Rp2 ribu, karena ini sudah terlalu tinggi,” ujar salah seorang pengecer.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan pasokan. Ia mengaku hanya menerima tiga tabung LPG 3 kg, itu pun merupakan pesanan lama yang baru bisa dipenuhi setelah beberapa hari menunggu.
Kelangkaan pasokan ini dibenarkan oleh Direktur Utama PT Nararya, Windi Novri Ananta. Ia menjelaskan, terganggunya distribusi LPG 3 kg dipicu oleh libur nasional Isra Mikraj pada Jumat (23/1/2026), yang berlanjut dengan akhir pekan. Pada hari libur, distribusi LPG memang tidak berjalan.
“Pada hari libur nasional itu tidak ada penyaluran LPG 3 kg. Bahkan kami juga tidak mendapat tambahan suplai. Alokasi untuk Kukar saat itu nol,” jelas Windi.
Ia memaparkan, pasokan LPG 3 kg yang diterima PT Nararya mencapai hampir 35 ribu tabung per hari. Ketika satu hari distribusi terhenti, dampaknya langsung terasa di lapangan.
“Bayangkan satu hari tidak ada penyaluran. Lalu Sabtu baru jalan lagi, Minggu libur lagi. Hampir 70 ribu tabung itu terdampak. Wajar kalau kemudian terjadi kekosongan dan gejolak harga,” ungkapnya.
Meski demikian, Windi memastikan bahwa saat ini kondisi distribusi telah kembali normal. Penyaluran LPG 3 kg kini kembali berjalan sesuai kuota harian yang ditetapkan.
“Sekarang sudah sesuai jalur. Tidak ada keterlambatan distribusi. Rata-rata jatah kami sekitar 2.240 hingga 2.800 tabung per hari,” katanya.
PT Nararya sendiri melayani sekitar 74 pangkalan LPG yang tersebar di berbagai wilayah Kukar. Mulai dari Kembang Janggut, Sebulu, Kota Bangun, hingga daerah lainnya.
Terkait harga, Widi menegaskan bahwa HET LPG 3 kg di bawah radius 60 kilometer tetap Rp19 ribu per tabung. Sementara untuk wilayah dengan jarak lebih jauh, diberlakukan tambahan biaya angkut.
“Di atas radius 60 kilometer ada tambahan Rp30 per kilogram. Misalnya jarak 100 kilometer, tambahan Rp3.000. Jadi HET-nya Rp21 ribu,” jelasnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i



