PPU – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi menetapkan Hariyono sebagai Ketua DPC Hanura PPU untuk periode 2025–2030. Terpilih secara aklamasi, ia menegaskan komitmennya membawa Hanura lebih profesional, inklusif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Ketua DPC Partai Hanura PPU periode 2025–2030, Hariyono, memastikan Musyawarah Cabang (Muscab) Hanura PPU telah digelar dan berjalan lancar pada 10 Januari 2026. Dalam forum tersebut, ia dipercaya memimpin Hanura PPU melalui mekanisme aklamasi.
“Alhamdulillah, Muscab sudah dilaksanakan. Mandat yang diterima dan terpilih secara aklamasi. Teman-teman juga sudah menetapkan kepengurusan, dan langsung dilakukan pelantikan,” ujar Hariyono, Senin (12/1/2026).
Ia menyebut amanah yang diberikan untuk memimpin Hanura PPU selama lima tahun ke depan akan dijalankan secara profesional demi memperkuat peran partai di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan amanah ini bisa kami jalankan secara profesional untuk Partai Hanura, dan membuka ruang demokrasi yang lebih besar di Penajam. Kami ingin menunjukkan bahwa Hanura benar-benar bagian dari masyarakat,” katanya.
Hariyono menegaskan, arah perjuangan Hanura PPU pada periode kepengurusan 2025–2030 sejalan dengan tagline partai, yakni Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera. “Itu yang menjadi semangat kami ke depan,” tegasnya.
Terkait target politik, Hariyono menyatakan optimisme Hanura PPU mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Penajam Paser Utara pada Pemilu mendatang. “Target minimal kami dua sampai tiga kursi, sehingga bisa membentuk satu fraksi,” ungkapnya.
Optimisme tersebut, menurutnya, didukung oleh tingginya antusiasme kader dan simpatisan yang terlihat selama proses Muscab berlangsung.
“Antusiasme kader dan simpatisan luar biasa. Itu yang membuat saya yakin Hanura bisa meraih lebih dari satu kursi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung strategi penguatan basis dan pengkaderan yang akan menjadi fokus utama kepengurusan Hanura PPU periode 2025–2030.
“Secara teknis di lapangan, tentu masing-masing partai punya strategi politik. Yang jelas, kami akan memperkuat struktur dan basis,” jelas Hariyono.
Menanggapi anggapan Hanura sebagai partai non-parlemen atau partai kecil, Hariyono menilai kekuatan partai tidak semata ditentukan oleh besar kecilnya organisasi, melainkan oleh kualitas kepemimpinan dan figur kader.
“Partai ini bukan soal besar atau kecil. Yang menentukan maju tidaknya partai itu adalah kepemimpinannya,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sejumlah figur potensial dengan elektabilitas dan popularitas yang baik yang telah bergabung maupun akan bergabung dengan Hanura PPU.
“Orang-orang yang masuk dan akan masuk ke Hanura PPU punya elektabilitas dan popularitas yang baik. Itu yang membuat saya optimistis Hanura bisa menambah kursi,” pungkasnya.
Pewarta: Robbi Lalat



