SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menyoroti kondisi Rumah Sakit Korpri Samarinda atau RS Haji Muhammad Sulaiman (RS AMS) yang dinilai belum berfungsi optimal, meski baru sekitar satu tahun beroperasi. Temuan tersebut terungkap saat Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur itu.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, mengungkapkan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih banyak fasilitas rumah sakit yang terbengkalai dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Kaltim yang ingin meningkatkan status RS AMS dari tipe D menjadi tipe C.
“Kalau kita bicara pengembangan dan peningkatan status rumah sakit, seharusnya bangunan dan fasilitas yang ada hari ini dioptimalkan terlebih dahulu. Faktanya, justru banyak ruang yang tidak bisa difungsikan,” ujar Darlis.
Ia memaparkan, RS AMS saat ini memiliki sekitar 50 ruang atau tempat tidur pasien. Namun, yang benar-benar berfungsi baru sekitar 13 ruang, sementara 37 ruang lainnya belum dapat digunakan karena berbagai kendala, mulai dari kerusakan bangunan hingga keterbatasan tenaga medis.
“Kondisinya cukup memprihatinkan. Ada bangunan yang rusak cukup parah, ada juga yang tidak bisa difungsikan karena kekurangan dokter dan tenaga kesehatan. Ini ironis, mengingat rumah sakit ini baru sekitar setahun ditempati setelah pindah dari lokasi lama,” jelasnya.
Menurut Darlis, Komisi IV DPRD Kaltim mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur untuk segera mengambil langkah konkret. Fokus utama, kata dia, bukan pada penambahan bangunan baru, melainkan perbaikan infrastruktur yang sudah ada serta pemenuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Kami akan memanggil Dinas Kesehatan. Gedung yang ada harus diperbaiki, direnovasi bila perlu, dan tenaga medisnya dilengkapi. Jangan bicara ekspansi kalau fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar ini belum dimaksimalkan,” tegasnya.
Menanggapi polemik antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda terkait pengelolaan dan pengembangan RS AMS, Darlis menegaskan DPRD saat ini memilih fokus pada aspek pelayanan dan pemanfaatan fasilitas rumah sakit.
Ia juga menepis adanya temuan penyimpangan dalam pembangunan rumah sakit tersebut.
“Kami belum masuk ke ranah itu. Sejauh ini tidak ada temuan penyelewengan. Fokus kami adalah memastikan rumah sakit ini benar-benar berfungsi dan mampu melayani masyarakat secara optimal,” pungkasnya.
Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.



