Tak Hanya Wirausaha, Peserta Pelatihan Kerajinan Kerang Juga Bisa Jadi Pengajar

BONTANG — Para peserta pelatihan kerajinan kerang diharapkan tidak hanya mengaplikasikan keterampilan yang diajarkan untuk berwirausaha, namun juga untuk manfaat yang lain seperti sebagai pengajar.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Muh Ridwan saat memantau tahap akhir pelatihan kerajinan kerang, yaitu uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ia menyebutkan, DKUMPP memang berharap skill membuat kerajinan kerang yang diajarkan di pelatihan ini dapat digunakan peserta untuk berwirausaha. Sehingga mampu menambah pendapatan atau perekonomian keluarga mereka.

Namun begitu, karena pelatihan juga menyediakan uji kompetensi dari BNSP, maka peserta yang berhasil lulus diakui secara nasional telah memiliki keterampilan membuat kerajinan kerang berstandar nasional.

“Dengan sertifikasi itu, diharapkan peserta bisa menjadi pengajar keterampilan membuat kerajinan kerang. Sehingga juga bisa memiliki nilai ekonomi bagi peserta,” ujar Ridwan.

Diketahui, proses sertifikasi tersebut bertujuan memastikan kemampuan teknis dan profesional para peserta benar-benar sesuai dengan standar nasional.

“Sertifikasi ini tidak hanya formalitas. Peserta akan melalui uji kompetensi yang ketat, meliputi kemampuan teknis, pemahaman prosedur, serta penerapan standar kerja di lapangan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Ia menambahkan, sertifikasi BNSP menjadi langkah penting dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, khususnya di sektor pengolahan hasil laut. (Adv)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.