Indeks Demokrasi Kaltim Merosot, Peringkat Nasional Turun ke Posisi 14

SAMARINDA – Capaian demokrasi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2025 terjun bebas. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), posisi Kaltim dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) melorot drastis dari peringkat 5 nasional menjadi peringkat 14.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, mengatakan penurunan itu diikuti dengan turunnya skor indeks dari 82,23 pada tahun sebelumnya menjadi 80,69.

“Secara angka memang hanya turun sekitar dua poin, tapi dampaknya besar pada peringkat kita di level nasional,” ungkap Firdaus di Samarinda.

Menurut Firdaus, ada tiga aspek penilaian dalam IDI: kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. Dari ketiganya, indikator kebebasan tercatat paling banyak mengalami penurunan, terutama dalam hal penyampaian pendapat dan ruang demokrasi publik.

“Tahun 2024 masih terdapat sejumlah aksi masyarakat yang responsnya belum optimal sehingga memengaruhi penilaian. Kalau aspirasi diterima baik, nilainya naik. Tapi jika dianggap kurang terbuka, penilaian turun,” paparnya.

Selain itu, penurunan juga dipengaruhi lemahnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan oleh DPR, serta masalah penyelenggaraan pemilu di Kaltim yang ikut tercatat dalam survei. Di antaranya adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua daerah.

“Dari indikator penyelenggara pemilu juga ada penurunan karena PSU di beberapa kabupaten kota di Kaltim menjadi catatan,” jelasnya.

Firdaus menjelaskan bahwa IDI ibarat alat untuk mengecek kesehatan demokrasi daerah. Melihat adanya beberapa indikator yang melemah, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan memprioritaskan program peningkatan partisipasi publik hingga penguatan ruang kebebasan sipil.

“Ini menjadi bahan evaluasi. Pemerintah akan fokus pada indikator-indikator yang turun untuk memperbaiki posisi Kaltim ke depan,” tegasnya.

Kesbangpol Kaltim juga terus memperkuat pendidikan politik untuk pemuda, perempuan, dan organisasi masyarakat, termasuk edukasi kebangsaan serta peningkatan deteksi dini potensi kerawanan sosial.

Firdaus berharap dengan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, demokrasi di Bumi Etam dapat kembali menduduki posisi terbaik nasional.

“Target kita, tahun mendatang indeks bisa naik lagi dan peringkat Kaltim kembali ke papan atas,” tutupnya optimis.

Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.