SAMARINDA – Para pemudik yang melintasi wilayah Kalimantan Timur mengaku bersyukur atas dibukanya masjid selama 24 jam di sepanjang jalur poros antarkota. Kebijakan ini dinilai sangat membantu memberikan kenyamanan selama perjalanan jauh menjelang Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.
Muhammad Alfianur, seorang pemudik asal Balikpapan yang tengah menuju Kutai Timur, menyampaikan apresiasinya saat dijumpai di Samarinda, Sabtu (29/3/2025). Ia memanfaatkan Masjid Nurul Iman di Kelurahan Sungai Siring, jalur poros Samarinda–Bontang, sebagai tempat istirahat sementara.
“Kami bisa beristirahat dengan nyaman. Kebetulan saya yang menyetir mobil, jadi dengan adanya masjid yang buka terus ini sangat membantu. Penumpang juga bisa ke toilet atau sekadar istirahat sejenak,” ujarnya.
Ia menuturkan telah beristirahat sekitar satu jam sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Menurutnya, program masjid buka 24 jam merupakan langkah tepat dari pemerintah.
“Bagus sekali program ini. Harapannya ke depan bisa terus dilanjutkan. Kalau masjid terkunci, apalagi toiletnya, tentu akan sangat menyulitkan kami yang sedang dalam perjalanan jauh,” katanya.
Senada dengan Alfianur, Susilawati, pemudik dari Tenggarong menuju Berau, juga merasakan manfaat dari layanan masjid 24 jam, terutama karena ia membawa anak kecil.
“Adanya masjid yang buka 24 jam sangat membantu. Apalagi kalau bawa anak-anak, mereka bisa istirahat dan tidak rewel. Tempatnya juga nyaman,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi keramahan pengurus masjid terhadap anak-anak dan menyebut masjid sebagai tempat singgah favorit saat mudik.
“Kami memang sering singgah di masjid. Selain untuk shalat, bisa juga duduk-duduk sebentar. Kalau tempat lain kadang tidak senyaman ini,” ujarnya.
Program pembukaan layanan masjid selama 24 jam ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Timur.
Sebanyak 407 masjid yang tersebar di Kaltim, terutama di jalur-jalur utama mudik, diinstruksikan untuk memberikan layanan ini selama arus mudik Idulfitri 1446 H.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menyediakan fasilitas istirahat yang nyaman dan aman bagi para pemudik yang melintasi jalan-jalan poros di Kalimantan Timur.
“Masjid-masjid tersebut berada di lokasi strategis yang sering dilalui pemudik, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya. (ant/MK)
Editor: Agus S