PASER – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser terbilang cukup positif kendati lambat. Berdasarkan catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, pertumbuhan ekonomi di daerah terselatan Provinsi kalimantan Timur (Kaltim) ini pada 2024 sebesar 1,38 persen.
Hal itu diutarakan Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, tentang kondisi ekonomi terkini, pada kegiatan Diseminasi Ekonomi Regional Tahunan (DELTA) 2024 dengan tema Mempertahankan Stabilitas Mendukung Pertumbuhan Ekonomi, di Kota Balikpapan, Selasa (3/12/2024) lalu.
“Kami menentukan kebijakan berdasarkan dua hal, yakni stabilitas dan pertumbuhan ekonomi,” kata Robi Ariadi.
Robi menjelaskan, Kabupaten Paser pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih didominasi oleh sektor pertambangan yankni sebesar 67 persen. Sementara pada sektor pertanian sebesar 17 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 5 persen.
“Ke depannya kita harus optimis dengan sinergi dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan yang juga tidak ringan di masa akan datang. Kita optimis ke depan semuanya pasti tumbuh. Meskipun dalam proses ada yang lambat dan sedikit meningkat,” jelasnya.
Robi menjelaskan, pada 2024 ini pertumbuhan ekonomi Provinsi Kaltim tercatat sebesar 5,52 persen pada triwulan ketiga. Kontribusi terbesar dari sektor pertambangan, industri pengolahan dan konstruksi. Ini membuat Provinsi Kaltim menjadi salah satu mesin ekonomi nasional.
Dibanding daerah sekitarnya, Kabupaten Paser jadi terendah dalam pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencapai 29,85 persen yang didorong pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sementara Kota Balikpapan sebesar 6,49 persen.
Walau begitu, pihaknya mengapresiasi kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser termasuk daerah lainnya dalam pengendalian inflasi. “Apresiasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik Balikpapan, PPU dan Paser yang ternyata inflasi di masing-masing wilayah itu tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Paser, Erwan Wahyudi mengatakan, langkah-langkah kedepan yang perlu lakukan dalam peningkatan ekonomi yakni pada sektor-sektor diluar pertambangan.
Salah satunya pada sektor pertanian, perkebunan, pangan hortikultura, perikanan dan sektor lainnya. Pada sektor pariwisata dan olahraga beberapa even skala provinsi diselenggarakan di kabupaten Paser. Pemanfaatan Itu juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian daerah.
“Akses jalan diperbaiki. Masyarakat dari desa ke ibu kota Kabupaten Paser sudah mudah. Ini menandakan ekonomi kita semakin bagus. Langkah-langkah seperti ini akan lebih terlihat lagi pada tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.
Pada sektor pertanian, sebelumnya bantuan-bantuan benih untuk para petani kebanyakan tidak sampai. Sekarang pada zaman Bupati Fahmi, benih unggul untuk petani benar-benar diberikan dan tepat sasaran. Sehingga ini meningkatkan produksinya.
Selain itu, penggunaan alat pertanian canggih yang saat ini dijalankan, memberikan semangat bagi para petani baik pangan maupun hortikultura untuk menanam. Terbukti hasil panen beberapa waktu di Desa Pulau Rantau, hasil panen meningkat dari tiga ton menjadi tujuh ton per hektarnya.
“Ini luar biasa sekali. Begitu juga dengan hortikultura, ada program pemerintah daerah yaitu Paser berbuah yang saat ini sudah kita terapkan di 10 kecamatan. Saya yakin dan percaya, kabupaten Paser dalam beberapa waktu kedepan, pertumbuhan ekonominya akan meningkat signifikan,” imbuhnya.
Pewarta: TB Sihombing
Editor : Nicha R






