spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Mau Diseret ke Politik, Jembatan Kartanegara Dicat Merah Putih

Jembatan Kartanegara dipastikan berubah warna. Pemkab Kutai Kartanegara menyampaikan, merah dan putih bakal menjadi warna baru jembatan yang menghubungkan dua kecamatan yakni Tenggarong dan Tenggarong Seberang itu. Kedua warna tersebut dipilih karena membuat sistem keamanan pelayaran semakin tinggi dan merepresentasikan bendera negara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Restu Irawan, Senin, 6 Desember 2021. Dijelaskan bahwa pergantian warna Jembatan Kartanegara sudah melalui proses pertimbangan dari sejumlah kalangan. Pasalnya, corak kuning yang digunakan jembatan saat ini dinilai sudah tidak relevan dan butuh penyegaran.

Adapun alasan pemilihan merah dan putih, karena warna tersebut terang. Restu menjelaskan, warna yang terang membuat sistem keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam semakin tinggi seperti memudahkan nahkoda kapal melihat struktur jembatan dari jarak jauh. Selain itu, mengukur ketinggian struktur jembatan dengan permukaan air. Tak kalah penting, jembatan yang terang memudahkan mengukur jarak lintasan kapal dan pondasi jembatan yang terbentang.

“Contoh seperti jembatan Golden Gate di San Francisco berwarna oranye, itu memudahkan kapal-kapal besar yang melintas di bawahnya,” jelas Restu kepada kaltimkece.id jaringan mediakaltim.com. Selain itu, sambungnya, kedua warna tersebut untuk meningkatkan rasa nasionalis masyarakat. Mengingat, merah dan putih adalah warna bendera Indonesia.
“Jadi, jelas, pemilihan warna baru ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik sebagaimana isu yang sempat beredar.”

Saat ini, Dinas PU tengah melakukan perawatan Jembatan Kartanegara, termasuk memperbaiki jalan rusak di dekat jembatan. Perawatan yang menelan biaya Rp 4 miliar dari APBD Kukar ini dikerjakan oleh kontraktor CV Cahaya Utama. Setelah perawatan selesai, kira-kira pekan depan, barulah pergantian warna jembatan dikerjakan.

“Pengerjaannya diharap rampung dalam waktu satu bulan,” sebut Restu. Ia pun mendetailkan sejumlah proyek Jembatan Kartanegara.

Pemeliharaan meliputi pembersihan jembatan dari lumut atau kotoran yang menyelimuti rangka. Kemudian dilapisi cat khusus antikarat. Ini untuk meminimalisasi terjadinya korosi struktur jembatan.

Barulah setelah itu diberi cat utama yakni merah dan putih. Dalam pemeliharaan rutin ini, juga mengganti plat besi atau expantion joint, yang menjadi badan jalan pendekat jembatan. “Jalan rusak akan dipasangkan rangka besi, lalu disemenisasi agar awet,” beber Restu.

Seluruh pengerjaan ini dipastikan tidak mengganggu aktivitas warga dan ekonomi. Dinas PU telah membuat kajiannya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wisnu Wardana, menambahkan, pergantian warna Jembatan Kartanegara dari kuning ke merah dan putih telah melalui pertimbangan dari pihak berwenang sejak Agustus 2021.

Ia pun menyatakan, kedua warna itu dipilih untuk meningkatkan rasa nasionalis karena merujuk warna bendera Indonesia. “Dipastikan warna jembatan itu kombinasi merah sama putih untuk semangat kemerdekaan,” terang Kadis Wisnu Wardana.

Pengecatan ulang jembatan kebanggaan warga Kutai Kartanegara sempat memicu polemik di media sosial karena dituduh bernuansa politik. Bahkan, ilustrasi Jembatan Kartanegara dengan warna baru seperti merah, biru, hijau, ungu, cokelat, dan kuning, turut ditampilkan. Tak sedikit warganet menanggapi perubahan warna itu dengan politik yakni mengikuti warna partai tertentu. (kk)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.