Sabtu, Mei 15, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Ajukan Banding, Musyaffa-Suriansyah Dieksekusi ke Lapas Tenggarong

JAKARTA – Dua mantan pejabat Pemkab Kutai Timur, Musyaffa dan Suriansyah dieksekusi jaksa KPK ke Lapas Tenggarong, Kutai Kartanegara. Langkah ini dilakukan karena mantan Kepala Bapenda dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutim itu menerima hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Samarinda, atas perkara korupsi proyek infrastruktur di Pemkab Kutim tahun anggaran 2019-2020.

Dalam keterangan resminya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (26/4/2021), menyebutkan, eksekusi dilakukan terhadap putusan PN Samarinda Nomor : 39/Pid.Sus/TPK/2020/PN. Smr tertanggal 15 Maret 2021. Musyaffa dan Suriansyah kemudian dimasukan ke Lapas Klas IIB Tenggarong pada Rabu (21/4/2021).

Sesuai putusan hakim, Musyaffa akan menjalani hukuman selama 5 tahun dikurangi masa tahanan. Dia juga dibebani membayar denda Rp 250 juta, yang akan berubah menjadi hukuman tambahan selama 3 bulan jika tak dibayar.

Musyaffa juga dikenai kewajiban membayar uang pengganti Rp 780 juta, dengan ketentuan bila tak dibayar dalam waktu sebulan setelah berkekuatan hukum tetap (inkracht), maka harta benda Musyaffa akan disita dan dilelang jaksa untuk mencukupi uang pengganti tersebut. “Bila tak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang penganti, maka dipidana dengan pidana penjara (tambahan) selama 8 bulan,” jelas Ali Fikri.

Untuk Suriansyah, lama hukuman juga 5 tahun, hanya saja berbeda dalam besaran dendan. Suriansyah diwajibkan membayar denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu dia diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp1,080 miliar, dimana akan berubah menjadi 8 bulan hukuman penjara tambahan bila uang pengganti tersebut tak bisa dilunasi terpidana dalam waktu sebulan setelah kasusnya inkracht.

Musyaffa dan Suriansyah ditangkap KPK lewat operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada awal Juli 2020 bersama Bupati Kutim Ismunandar, Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih, dan Kadis PU Kutim Iswandi. Kelimanya akhirnye terbukti menerima uang suap dari rekanan, Aditya Maharani dan Deki Aryanto yang jumlahnya miliaran rupiah. (prs)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengedar Ini Dibekuk saat Tidur Pulas, Sabu 5,68 Gram Jadi Bukti

0
BONTANG – Warga Kelurahan Gunung Telihan berinisial NT (38) diringkus jajaran Unit Opsnal Satreskoba bersama Tim Rajawali, Rabu (12/5/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. Dia...

Kodim 0908 Bontang Gelar Salat Id, Terapkan Prokes Ketat

0
BONTANG – Kodim 0908/BTG menggelar Salat Id 1442 Hijriah secara berjemaah, Kamis (13/5/2021). Kegiatan dilaksanakan di lapangan Makodim 0908/BTG, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang...

Sabar Ya… Mahkota II Masih Ditutup, Alat Pemeriksa Retakan Jembatan Baru Datang 6 Pekan...

0
SAMARINDA - Jembatan Mahkota II masih harus ditutup hingga waktu yang belum diketahui. Keretakan pylon infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Palaran dan Sambutan di Samarinda,...

Bawa Nama Bontang di Kompetisi Makeup Kreatif, ‘Garuda Wisnu Kencana’ Karya Rere Dini Masuk...

0
BONTANG - Satu lagi talenta muda Bontang berhasil mengharumkan nama Kota Taman di kancah nasional. Dia adalah Rere Dini. Peraih juara harapan III di...

Duel Camat Tenggarong Vs Penambang Berujung Tersangka, Pemerintah Dinilai Lakukan Pembiaran, Warga Diminta Bertindak

0
TENGGARONG - Arfan Boma baru saja menunaikan salat zuhur ketika telepon genggamnya berdering. Camat Tenggarong itu segera menjawab panggilan. Di ujung sambungan, Ketua RT...