spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sukses Deklarasikan Kelapa Nusantara, Rumusan Kelapa Akan Dilaporkan ke Presiden

BALIKPAPAN – Deklarasi Kelapa Nusantara sukses dilaksanakan di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN), Kamis (30/6/2022). Deklarasi yang meneguhkan kelapa sebagai tanaman asli Nusantara ini diikrarkan oleh para bupati yang tergabung dalam Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek), Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda), Internasional Coconut Community, Sahabat Kelapa, Coconut Knowledge Center, Assosiasi Pengusaha Kelapa Indonesia dan Asosiasi Masyarakat Kelapa Indonesia.

Direktur Politani Samarinda Hamka menyampaikan, deklarasi kelapa ini adalah modal awal untuk memperjuangkan kelapa untuk kembali berjaya di Nusantara. Langkah berikutnya pihaknya bersama semua insan yang terkait dengan kelapa akan melaporkan kepada presiden tentang rumusan hasil dari kegiatan Coconut for Conservation Conference  yang diselenggarakan sehari sebelumnya.

Deklarasi ini ujar Hamka, merupakan bentuk kesadaran semua pihak untuk memajukan kelapa secara bersama-sama dari berbagai bidang. Enam juta rakyat Indonesia yang bergantung langsung dengan kelapa ujar Hamka, adalah jumlah nyata rakyat Indonesia yang harus diperjuangkan kesejahteraannya. Jumlah ini bisa menjadi triger bagus untuk mendongkrak ekonomi nasional jika berhasil diperjuangkan. Hal ini sekaligus membantu program pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut penilaiannya, lima paket rumusan kejayaan kelapa yang dihasilkan dari konferensi bisa menjadi obat mujarab untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada dalam pembangunan kelapa di Indonesia. Pihak pemerintah ujar Hamka, memiliki porsi terpenting dalam lima paket rumusan tersebut. Dalam paket organisasi, pemerintah diminta terlibat dalam penguatan infrastruktur kelapa. Salah satunya pembangunan saluran air untuk pertanian kelapa. Kebijakan anggaran pemerintah menjadi stimulus yang mampu membantu pertanian kelapa di tahap ini.

Direktur Politani Samarinda Hamka tengah memegang prasasti deklarasi kelapa usai menandatanganinya.

Sementara itu terkait pengembangan sumber daya manusia, pihaknya sebagai perguruan tinggi ini bisa mengambil bagian. Selain saling bertukar teknologi dengan berbagai pihak yang telah memiliki kemajuan teknologi yang lebih baik. “Jika memungkinkan kita bisa belajar dengan India yang memiliki teknologi lebih efektif dan efesien dalam mengolah kelapa,” ujarnya.

Dalam kegiatan deklarasi kelapa tersebut, Politani dan Kopek juga melakukan penanaman kelapa di area konservasi milik Borneo Urangutan Survival Foundation (BOSF) Samboja, Kutai Kartanegara. Ada seratus bibit kelapa dari seluruh Nusantara ditanam di area yang masih termasuk dalam daerah IKN ini.

Area ini ujar Ketua Umum Kopek Prof Dr Ir H Nelson Pomalingo, MPd, akan dijadikan sebagai kawasan plasma nutfah kelapa Nusantara sekaligus agrowisata kelapa di masa depan. Sebab kelapa-kelapa ini merupakan jenis kelapa dari 150 kabupaten anggota Kopek di seluruh Indonesia. “Penanaman kelapa ini adalah bentuk dukungan Kopek untuk IKN di Kalimantan Timur,” ujar Nelson. (bz/adv)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti