BONTANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang menggelar acara Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Aula BLKI Bontang, Bontang Lestari.
Acara tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Bontang Bidang Sumber Daya Manusia Asdar Ibrahim, Kepala Disnakertrans Kaltim Muhammad Abduh, dan Kepala UPTD BLKI Kota Bontang Ismid Rizal.
Program Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Program yang ditutup meliputi Operator Excavator, dengan 16 peserta yang lulus. Mekanik Hidrolik Alat Berat Yunior, dengan 16 peserta, tiga di antaranya belum memenuhi standar kelulusan.
Sementara itu, empat program pelatihan baru yang dibuka adalah Hidroponik, Housekeeping, Sosial Media Officer dan Teknisi AC Residental.
Staf Ahli Wali Kota Bontang, Asdar Ibrahim, menegaskan pentingnya mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam pelatihan ke dunia kerja. Ia menyebutkan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak tenaga kerja terampil dan menekan angka pengangguran di Bontang.
“Setelah mendapatkan pelatihan, ilmu ini harus diterapkan di dunia kerja, serta dibagikan kepada orang lain demi meningkatkan daya saing masyarakat,” ujarnya.
Kepala Disnakertrans Kaltim, Muhammad Abduh, menyoroti pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis dan soft skill.
“Keterampilan sangat penting untuk membuka peluang kerja, tetapi soft skill, seperti sikap dan etika kerja, juga menjadi penentu utama dalam keputusan perusahaan,” jelasnya.
Kepala UPTD BLKI Bontang, Ismid Rizal, memaparkan pihaknya telah meluluskan 37 angkatan pelatihan berbasis kompetensi. Lulusan yang memenuhi standar akan menerima sertifikat PBK, sementara yang belum lulus akan mendapatkan surat keterangan mengikuti pelatihan.
“Kami fokus mencetak SDM yang unggul, terampil, dan mampu bersaing di pasar kerja ataupun menjadi wirausahawan mandiri,” tegas Ismid.
Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R






