Jumat, Agustus 6, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Saring Sebelum Sharing, Jangan Mudah Percaya Info Covid-19 di Medsos

SAMARINDA – Hingga pertengahan Juli 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menemukan lebih dari 3.774 konten media sosial (medsos) berkategori berita bohong atau hoaks terkait Covid-19. “Facebook menduduki urutan pertama dengan sebaran hoaks sebanyak 3.153 konten, urutan kedua Twitter dengan 546 konten hoaks, YouTube sebanyak 49 konten dan terakhir, 26 konten hoaks di Instagram,” kata Kepala Dinas Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal, Rabu (21/7/2021).

Dari jumlah konten hoaks tersebut, lanjut Faisal, Kemenkominfo telah menurunkan (take down) 3.340 konten, sedangkan 434 konten lainnya sedang dalam proses ditindaklanjuti. Yang menarik, menurut mantan Kabag Humas Pemkot Samarinda ini, Kemenkominfo sudah bertindak tegas terhadap para pembuat atau penyebar hoaks. Buktinya sebanyak 113 konten hoaks sudah masuk ranah hukum.

Belajar dari kejadian ini, Faisal meminta masyarakat yang ingin mengetahui lebih rinci mengenai Covid-19 untuk mengakses laman resmi yang telah dibuat pemerintah yakni www.covid19.go.id.

“Sedangkan hal seputar vaksinasi covid-19 sangat komplit bisa membuka di laman https://linktr.ee/covid19.go.id. Untuk kejadian ikutan paska-imuniasi atau reaksi setelah di vaksinasi covid bisa dibuka di https://kipi.covid19.go.id/,“ ungkapnya.

Faisal mengakui, dari hasil survei yang dilakukan Kemenkominfo diketahui, masyarakat Indonesia sangat percaya dengan informasi yang didapat lewat media sosial. Padahal justru informasi tak valid atau tak benar, banyak beredar di media sosial.

“Sehingga saya sarankan jangan langsung percaya dengan hal-hal yang kita tidak pahami terutama soal Covid-19  dan vaksinasi covid yang disebarluaskan melalui media sosial termasuk aplikasi pesan seperti Whatsapp atau Telegram dan sebagainya. Biasakan untuk selalu cek dan ricek melalui laman resmi diatas,” ungkapnya. Untuk itu, Faisal meminta semua pihak bijaksana dalam bermedia sosial, saringlah dahulu sebelum diyakini dan sharing. (jai/red)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pelayanan Disdukcapil Samarinda Sepenuhnya Online

0
SAMARINDA - Kota Samarinda termasuk dalam 8 daerah di Kalimantan Timur yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Konsekuensi dari hal ini...

Gubernur Isran Harap Insentif Nakes Dapat Ditanggung Pemerintah Pusat

0
BALIKPAPAN – Permasalahan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) yang sudah tidak ditanggung lagi oleh pemerintah pusat, menjadi salah satu poin penyampaian Gubernur kaltim, Isran...