spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PT Berau Coal Kerjasama dengan Polres Berau, Gelar Pelatihan Keselamatan Gawat Darurat dan Observasi Bawah Air

TANJUNG REDEB – Penanganan keselamatan dasar saat keadaan gawat darurat menjadi suatu hal penting. PT Berau Coal bersama satuan Polairud Polres pun menggelar pelatihan untuk hal tersebut selama tiga hari mulai Sabtu (7/1/2023) hingga Senin (9/1/2023).

Pelatihan keselamatan yang bertema ‘Baca Kondisi, Ambil Tindakan dan Selamatkan’ itu berlangsung di Gedung Widargo Polres Berau, dengan instruktur profesional dari tim Emergency Respons Group (ERG) PT Berau Coal.

Diketahui, kegiatan pelatihan itu diikuti 50 peserta yang terdiri dari anggota Polairud dan Polsek Polres Berau. Dalam tiga hari kegiatan, dua hari peserta diberikan materi dan satu harinya melakukan praktik di Kolam Renang Kakaban Aquatic.

Salah seorang peserta pelatihan, Aipda Romy Kalces mengaku mendapati banyak ilmu bermanfaat usai mengikuti pelatihan. Diterangkannya, materi yang diberikan berupa teori tentang penyelamatan ketika ada bencana di daratau maupun di air.

“Saat praktik berenang, disitu kita belajar cara menyelamatkan orang yang tenggelam. Lalu juga terkait penyelamatan ketikankorban mengalami cidera di leher. Seluruh tahapan sudah kami laksanakan sesuai arahan instruktur dari PT Berau Coal,” ujarnya.

Untuk pelatihan pada hari terakhir ditutup dengan latihan penyelamat scuba diving. Dalam tahapan tersebut, peserta diberi kesempatan mempraktikkan bagaimana menyelamatkan korban yang ada di dasar laut.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada PT Berau Coal atas dukungan dan bantuannya, karena sudah memberikan ilmu melalui pelatihan oleh instruktur profesionalnya. Harapannya juga bisa berlanjut kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, instruktur pelatih dari ERG Berau Coal, Andi Basri mengungkapkan rasa terima kasihnya karena telah dipercaya mengisi materi pelatihan darurat di air.

Dia menjelaskan, materi yang diberikan kepada peserta merupakan pertolongan pertama di area permukaan air dan perkenalan sebagai pembekalan lisensi underwater resque. “Selama tiga hari, pelatihan berjalan lancar. Peserta yang terdiri dari Polairud dan Polres-Polsek Berau juga sangat antusias,” bebernya.

“Apalagi di hari terakhir, yang di mana kita mengaplikasikan semua materi yang diberikan, terutama di kolam renang,” sambungnya.

Dirinya menjelaskan, pada tahapan praktik di kolam renang, instruktur pelatih memperkalkan scuba dan menyampaikan materi tentang menyelamatkan korban cidera di permukaan air.

“Para peserta menyelesaikan seluruh tahap pelatihan dengan baik. Saya harap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Sehingga komunikasi dan kerja sama berau coal bisa tetap terus berjalan dengan tim Polairud Polres Berau,” katanya.

Sementara Kasat Polairud Berau, AKP Herman menyebut, dirinya sangat menyambut baik kerjasama dari PT Berau Coal dengan Polres Berau terkait dilaksanakannya pelatihan dasar penanganan gawat darurat dan observasi bawah air.

“Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan anggota Polairud Berau. Karena tak dipungkiri sendiri di wilayah Kabupaten Berau ini banyak daerah wisata serta berpotensi terjadi bencana seperti bencana banjir, tanah longsor, tentu semua itu membutuhkan keahlian dan kemampuan untuk melakukan penyelamatan jiwa manusia,” paparnya.

Atas inisiatif Polres Berau mengadakan pelatihan tersebut, PT Berau Coal menyambut baik kegiatan positif itu. Pasalnya, Polairud masih membutuhkan kerjasama dengan pihak lain, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan tindakan penyelamatan.

“Harapan kami, dari puluhan anggota yang ikut serta dalam pelatihan tersebut juga bisa berbagi ilmunya kepada anggota lainnya. Sehingga seluruh anggota bisa mengetahui tentang penanganan awal, pertolongan kepada masyarakat saat bencana alam atau laka air atau laka lainnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Kabag Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Berau, Winarto membeberkan, potensi terjadinya laka air di Bumi Batiwakkal tergantung pada cuaca. Akan tetapi, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada.

“Paling utama diimbau kepada motoris atau instansi setempat jika cuaca buruk jangan memaksakan untuk tetap membawa penumpang melewati jalur air,” pungkasnya. (dez/adv)

15.9k Pengikut
Mengikuti