spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Program Food Estate di PPU Tertunda Hingga 2023

PENAJAM- Tiga lokasi di Penajam Paser Utara (PPU) ditunjuk menjadi kawasan food estate untuk menyokong pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun program ini yang harusnya sudah mulai berjalan tahun ini tertunda hingga 2023.

Pemprov Kaltim telah menyiapkan kawasan pengembangan pangan secara terintegrasi atau food estate seluas 10 ribu hektare.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU Mulyono mengatakan, pihaknya diberi tanggung jawab untuk menyiapkan seluas 1.500 hektare untuk tanaman padi. Adapun lokasinya di 3 desa yaitu Desa Gunung Mulia, Desa Gunung Intan, dan Desa Sebakung Jaya.

“Program ini merupakan program Kementerian Pertanian sebagai usaha pengembangan kawasan lumbung pangan agar lebih maju dan mandiri, juga untuk menyokong IKN,” ujarnya, Kamis (29/9/2022).

Pembiayaan program food estate ini, tambah Mulyono, merupakan akumulasi dari anggaran pusat, daerah dan anggaran provinsi. Sementara itu, pembinaan di 3 desa untuk pengembangan food estate itu kini telah dilakukan. Baik oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) maupun langsung oleh Distan PPU.

Awalnya program ini akan dilakukan awal 2022. Namun karena anggaran daerah belum memungkinkan, tertunda hingga 2023.

“InsyaAllah tahun 2023 akan dimulai. Ya semoga juga di 2023 anggaran kita normal untuk memberikan dukungan terhadap program ini,” sebutnya.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan para petani untuk mendukung program food estate agar nantinya bisa berjalan dengan maksimal. Langkah ini sebagai upaya menahan laju alih fungsi lahan, serta berharap adanya calon lokasi food estate lagi.

“Awal memang luas 1.500 hektare, itu berdasarkan kajian perhitungan. Tapi diharapkan dapat bertambah luas,” tutup Mulyono. (sbk)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti