spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab PPU Alokasi Rp 3,8 M untuk BLT UMKM

PENAJAM – Ribuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Penajam Paser Utara (PPU) bakal mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan BBM. Bantuan itu disalurkan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU dengan total kebutuhan anggaran Rp 3,8 miliar.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan daerah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk meminimalkan dampak penyesuaian harga BBM. Dalam instruksinya, sebesar 2 persen dari DAU dan DBH bisa digunakan di daerah masing-masing untuk bisa lebih bisa meredam inflasi.

“Alokasi anggaran untuk bantuan bagi pelaku UMKM dari pemerintah daerah yakni sebesar Rp 3,8 miliar,” ujar Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Sukadi Kuncoro, Selasa (4/10/2022).

Jumlah tersebut akan dibagi ke pelaku usaha sebanyak 5.400 orang yang telah terdata. Setiap pelaku usaha akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 600 ribu.

Data penerima yang akan diberikan tersebut, merupakan data yang telah diverifikasi oleh masing-masing kelurahan dan desa. Hal itu agar yang diberikan bantuan, benar-benar pelaku usaha yang membutuhkan.

“Per pelaku usaha Rp 600 ribu dan ini hasil proses verifikasi tingkat kelurahan dan desa di PPU,” sebutnya.

Salah satu yang menjadi persyaratan untuk menerima bantuan ini kata Kuncoro, pelaku usaha harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan surat pernyataan mutlak sebagai pelaku usaha. Sedangkan untuk penyalurannya, akan dilakukan pada awal November 2022.

“Penyalurannya paling lambat target saya diawal November ini. Semoga lancar,” pungkas Kuncoro. (sbk)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti